Story cover for Friday Ballroom by heysalsal
Friday Ballroom
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
  • WpHistory
    Time 49m
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
  • WpHistory
    Time 49m
Ongoing, First published Jun 27, 2017
Sebuah tempat menjadi saksi bisu pada sebuah kisah sepasang manusia yang terus bekerja dalam menjalain hubungan yang cukup sulit untuk dipersatukan.
  
  Seorang perempuan berkepala batu, dan seorang pria dengan sejuta ide dikepalanya, kisah sepasang manusia yang haru mencoba merubah sifat masing-masing untuk dapat terus bertemu dan menyelesaikan masalah kehidupan yang mereka berdua alami.
All Rights Reserved
Sign up to add Friday Ballroom to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Sudah 40 tapi deg-degan kayak SMA cover
BREW cover
Hingga Ke Penghabisan cover
Cinta Elang dan Burung Dara cover
The Same Heartbeat cover
Gemintang cover
Abnormal cover
Never Flat 2 cover

Sudah 40 tapi deg-degan kayak SMA

17 parts Ongoing

Di usia 40-an, aku pikir aku sudah kebal oleh hidup. Sudah melewati drama keluarga, mengasuh anak, pindah negara, sekolah lagi... Apa lagi yang bisa membuatku gugup? Ternyata jawabannya sederhana: sebuah kursi bus dan seorang pria yang terlalu tenang untuk dibiarkan. Namaku Nara, mahasiswi dewasa yang sedang mencoba hidup dengan wajar. Sayangnya, hidup tidak wajar kalau aku duduk terlalu dekat dengan Jisung- dosen senior yang sopan, manis, dan saltingnya seperti mahasiswa baru. Setiap perjalanan kuliah berubah menjadi komedi halus: napas kutahan, tangan kaku, pikiran kacau, dan jantung kerja lembur. Bukan karena romantis. Bukan karena intim. Tapi karena... kami sama-sama takut menyadari sesuatu. Ini cerita tentang kedewasaan, ke-gugup-an yang tak pernah hilang, dan momen-momen kecil yang lucu- yang diam-diam membuat hidup terasa muda lagi.