Dear Diary
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 13, 2017
Dear diary ku, semuanya para readers, ini mencerminkan sifat asliku serta dengan mood yang aku rasakan akan tertuang semuanya kedalam cerita ini. Tentang dimana aku belum mengetahui apa itu cinta dan apa arti cinta sesungguhnya. Selalu jadi pusat perhatian, percaya diri di awal aku masuk semuanya tampak menyenangkan dan baik baik saja. Itulah diriku yang dulu. Apa sebenarnya yang aku katakan ini, sekarang, selama 3 tahun ini aku banyak belajar dan banyak berpengalaman. Ingin rasanya aku mengulang waktu, tapi tidak mungkin dan tidak bisa. Tolong dunia ciptakan mesin waktu, agar aku bisa kembali ke masalalu. Dimana mereka yang telah pergi, sekarang sudah jauh dan aku harus mandiri ini hidupku yang sebenarnya. Tetep jadi diri sendiri tanpa putus asa.
All Rights Reserved
#443
dear
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Love To Close your eyes
  • GEMINTANG HATIKU
  • Cinta di Atap SMA
  • keadilan [On going]
  • You are in my past and my future [END]
  • Remaja
  • Cakrawala Cinta [END]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines