Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
TITANIA

TITANIA

  • WpView
    LECTURES 296
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., oct. 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Selalu menjadi nomer dua itu sudah sangat biasa dihidup saya. Bahkan mungkin tidak di anggap. Tapi semenjak dia hadir, saya merasa paling berarti bagi dia. Dan ini kali pertama saya merasa diistimewakan. -Titania
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Best Friend (NAVISA)
  • MY LITLE EUPHORIA (END) TAENNIE
  • NEED TIME (End)
  • Geheugenverlies [On Going]
  • Couple Youtuber
  • IBU MERTUA ADALAH MAUT ( TAEKOOK VKOOK ) part 2
  • Naruto: the life stories
  • About kevin (End)✅
  • BIRUNYA CINTA
  • Hingga Akhir Hayat [Completed]

Cerita ini terinspirasi dari kisah roleplayer. ------------------------------ "Semua yang kalian rasain dan terjadi sama kalian tuh ceritain sama gua, gua juga selalu begitu ke kalian, bukan berdasarkan simbol mutualisme tapi lebih ke beguna sebagai seorang sahabat, pasang surutnya hidup, abu-abunya perasaan udah gue jalanin, gue cuma gamau kalian ngerasain itu karena ga terbuka sama gue, inget, jangan bikin orang lain nyesel cuma karena pemikiran bodoh lo bedua." - Nayra Amora "Gue yang paling kenal kalian berdua kaya gimana, ibarat gua netral dan kalian sama-sama api yang kapan aja bisa bikin musibah, di balik sikap bentrok itu gua yang bodo amat juga pantas mertahanin apa yang menurut gua pantas di pertahanin." - Vilea Safira "Gak semua harus gua ceritain ke kalian kan? Meskipun kalian sahabat dekat gua, karena sekarang gua mikir lebih baik apa-apa di telen sendiri dari pada di ceritain, karena orang yang denger belum tentu paham apa yang kita rasain." - Sakina Amanda

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu