In High School (EXO)

In High School (EXO)

  • WpView
    LETTURE 82
  • WpVote
    Voti 15
  • WpPart
    Parti 6
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, set 23, 2017
Ada satu sahabat. Bernama Laudya (gw), Nia dan Rara. Mereka adalah anak terpintar di kelas. Dan gw yg paling pintar di antara mereka. Semenjak ada 3 murid baru yg tampan dan pintar, gw dan 1 diantara 3 pemuda tampan itu yg bernama Sehun, selalu bergantian mengikuti olimpiade, mendapat rank 1 dan 2 berturut turut dan pertengkaran muncul.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Rules vs Chaos
  • TROUBLEMAKER COUPLE.  ( End )
  • Ketos Park Jisung & Me
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • tatapan pertama di pojok kelas
  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • FRIENDSHI(T)P [COMPLETE]✔
  • CANVAS PERSAHABATAN (TAMAT)
  • ALEYA~~

Seorang gadis yang memiliki paras cantik dengan mata sipit memiliki sifat yang sangat berbeda dengan parasnya. Gadis berparas cantik dan anggun itu memiliki sifat barbar dan juga random. Meski begitu dia memiliki daya tarik yang kuat sehingga banyak disukai oleh para siswa sekolahnya. Bahkan dia memiliki banyak penggemar juga dari sekolah lain. Gadis itu cukup populer di sekolah dan dia juga merupakan seorang selebgram. Siapa sangka gadis itu harus dijodohkan dengan cowok berhati es. Cowo yang memiliki jabatan sebagai ketua OSIS itu juga merupakan kapten tim volly sekolah. Cowok dengan wajah tampan namun dingin. Memiliki sifat cuek juga ambisius membuatnya menjadi idaman siswi-siswi sekolahnya. "Se ngga terima itu lo dijodohin sama gue?" Meysha mendelik kesal mendengar itu. "Lo buta apa gimana sih, Za. Ya iyalah!" "Ya udah, sama!" sahutnya datar. "Terus kenapa setuju Reza!" Meysha benar-benar muak kali ini. Areza terdiam. R-reza? Areza membuang nafas pelan kemudian berdiri tepat di depan gadis yang kini menangis terisak. Areza yang semula tidak begitu peduli menjadi tidak tega melihatnya. "Gue ga niat buat ngebujuk lo, Sha. Tapi kalau orang tua udah ngusulin berarti mereka udah mikir matang-matang sebelumnya." kata Areza dewasa, karena bagaimana pun dia tau alasan kenapa orang tuanya bersikeras melakukan perjodohan ini.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti