Rioters

Rioters

  • WpView
    Reads 1,529
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 13, 2022
Di awal tahun pertama SMA nya Arundya harus berurusan dengan seorang senior menyebalkan bernama Sadika Putu Zayn. Sadika adalah Pradana SMA Andalas, pentolan sekolah idola semua cewek catat itu. Namun entah mengapa Aruna sangat tidak suka dengan lelaki itu, bawaannya darah tinggi kalau ngomong sama Sadika. Sialnya Aruna harus terlibat hubungan rumit dengan Sadika hanya karena ia berbicara saat upacara pramuka berlangsung. P.s : Gue ga jago bikin desc tp kalo berminat baca aja, lumayan buat hiburan meskipun ngga menghibur. Intinya baca aja dah, jangan lupa vote. Yang ga mau vote gausah baca sekian terima cogan.
All Rights Reserved
#372
geng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ORBiT
  • The Letter From Korea
  • 𝐆𝐥𝐨𝐰 𝐮𝐩 𝐎𝐟 𝐑𝐞𝐯𝐞𝐧𝐠𝐞
  • Diary Cinta ELVAZA
  • KANAGARA [END]
  • ETERNIDADE [END]
  • Dari Pria yang Terbaring di Ranjang Rumah Sakit
  • THAKSA
  • GASEAN
  • GALANG [SELESAI]
ORBiT

Laraina tidak pernah menyangka, kesempurnaan yang selama ini diagung-agungkan di Glorios International High School justru akan menyeretnya jatuh ke titik paling gelap dalam hidupnya. Di mata semua orang, ia adalah definisi sempurna-cerdas, berprestasi, dan tak tersentuh. Namun, di balik itu, ada sesuatu yang mulai retak. Entah kesalahan apa yang ia lakukan, atau mungkin ia hanya berada di waktu dan tempat yang salah-hingga akhirnya menarik perhatian Sakha Aldegama Pradipta. Bukan sekadar tertarik biasa, melainkan ketertarikan yang berbahaya-yang perlahan menyeretnya masuk ke dunia yang tak pernah ia pahami sebelumnya. Di tengah impiannya menjadi seorang psikolog, Laraina justru terjebak dalam permainan yang menghancurkan mentalnya sendiri. Batas antara benar dan salah mulai kabur, dan senyum yang dulu tulus kini hanya menjadi topeng. Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukanlah saat ia jatuh-melainkan saat ia sadar, dia sudah terperangkap dalam sebuah Orbit bersama iblis bernama Sakha Aldegama Pradipta. Sakha menatap Laraina tanpa berkedip, senyum tipisnya terasa lebih mengancam daripada amarah. "Apa lo masih mikir bisa kabur, sayang?" Laraina mundur satu langkah, napasnya tak lagi teratur. "Aku bukan milik siapa-siapa, Sakha." Sakha tertawa pelan, lalu mendekat-terlalu dekat hingga suaranya hanya terdengar oleh Laraina. "Lo salah." Bisiknya dingin. "Gak ada cara buat lo lepas dari gue..." Laraina membeku di tempatnya. "Bahkan Tuhan pun gak bisa ambil lo dari gue."

More details
WpActionLinkContent Guidelines