Amberina

Amberina

  • WpView
    Leituras 266
  • WpVote
    Votos 26
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadConcluída qua, dez 13, 2017
"amberina sayang andrika" "yasudah" . Ketika sebuah perjuangan diuji oleh sebuah penolakan untuk sebab perjuangan. Bagian terlelah dalam sudut rasa yang tak bisa tertoreh oleh orang lain. Hanya satu, sakit dari segala sakit. "TERABAIKAN" Tapi, prinsip seorang amberina. Cinta akan selalu memiliki titik temunnya. Namun bagi andrika, Cinta adalah semu yang kelabu yang sudah tertutup oleh abu abu. Gajelas. Ga percaya "Tapi tidak munafik, warna warni hidup saya sekarang bermunculan hanya karena ada kakak. "
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • ghostly heartbeat [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ALRIN
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Juan [REVISI]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Kamu Yang Kusuka
  • Amor Almira
  • About kevin (End)✅

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo