Ruang
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
-"Ada suatu ruang di dunia ini yang tidak bisa kita masuki, dan kodrat kita sebagai manusia adalah tetap berada di luar. Namun bila cinta memaksa masuk dalam naluri, logika tak akan dipakai, dan akal sehat bukan lagi jadi pegangan.Langkah selanjutnya adalah kita akan menerobos masuk ke dalamnya, dan setelah kita berjalan cukup jauh, pada suatu titik kita akan tersadar : kita telah tersesat. Saat itu, kita akan tersadar, yang dapat kita lakukan hanya satu. PULANG."- Padang bunga luas, dengan bunga- bunga biru bak permadani yang membungkus lahan luas membentang. Di sinilah cerita bermula, di suatu sudut di padang ini, dengan beberapa anak manusia yang merajut kisah klasik. Tentang cinta, pengorbanan, rasa sakit, arti keluarga, kepergian, dan inti dari kisah ini, merelakan. Karena akan lebih baik bila kita merelakan sesuatu dan memeluknya sebagai kenangan, daripada kita terus berpegang pada keadaan yang perlahan akan menghancurkan diri sendiri.
All Rights Reserved
#213
kisahklasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Naya
  • Sejenak Luka
  • Juan [REVISI]
  • Waktu?
  • Felicia> Januari With You
  • SINGGAH
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • DENNIES
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines