Miracle

Miracle

  • WpView
    Přečtení 37
  • WpVote
    Hlasy 8
  • WpPart
    Části 1
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno čtv, srp 3, 2017
WpInfo
Fikce
Romantika
Disaat semua orang menginginkan keajaiban dalam hidup mereka, Rica malah di sibukan dengan keajaiban yang mengahampiri nya tanpa henti. Keajaiban yang membuatnya putus asa akan satu tujuan dalam hidupnya. Namun, keajaiban pula yang mebuatnya bertahan akan satu hal yang sangat ia harapkan sejak lama. . . . . . Akankah semua hal yang Rica hadapi membuat dirinya lupa akan siapa dirinya yang sebenarnya? Atau, bisakah Rica menemukan semua solusi dari segala masalah yang ia hadapi?
Všechna práva vyhrazena
#77
everything
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • C
  • Bibliomania
  • DEAR RAGA
  • Meneroka Jiwa
  • Meneroka Jiwa 2
  • Miracle When Sunset
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Dark Velvet : Feel The Rhythm (The End)
C

"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu