Star Destiny

Star Destiny

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 6, 2017
Gadis itu berdiri diatas bukit hijau sambil menggenggam seuntai kalung bintang. Dengan rimbun pohon kelapa yang melambaikan daunnya. Entahlah, apa yang ia lakukan. Mungkin hanya memandang jutaan bintang yang berkelip menemani kesendiriannya. Dia hanya sedang menunggu kepingan bintang yang hilang di ujung langit lain. Aku akan tetap menunggu, meskipun seribu tahun lamanya. Meski aku tahu, bahwa mencari satu bintang diantara jutaan bintang lainnya adalah mustahil. Aku merindukanmu bintangku. Titania chlarisa
All Rights Reserved
#219
rafael
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unsent Letters
  • Rintik Hujan
  • The Rainbow is Over
  • GREENSTA [END]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Fall
  • [END] Blind Rainbow
  • DIA ANGKASA
  • Angkasa

[TELAH DITERBITKAN oleh Penerbit Grasindo, 2017. Tersedia di Gramedia] - the first nine chapter's still available for preview - "Kamu selalu berkata kalau aku ini bintang yang paling terang. Bintang yang memberi kamu inspirasi saat otakmu buntu mencari lirik lagu. Juga bintang yang menjadi tempatmu menumpukan harapan saat seluruh dunia membuatmu kecewa. Tapi kamu salah, Raffa. Buatku, kamu lah bintang itu. Kamu lah bintang yang menuntunku melewati titian kecil bertepi jurang. Kamu bintang yang meraih tanganku dan menggenggamnya erat, membawaku terbang ke langit malam saat seluruh dunia membuatku kecewa. Kamu lah bintang yang membuatku bertahan, menguatkanku, menunjukkan jalanku. Lalu apa yang harus ku lakukan saat kamu-satu-satunya penunjuk arahku-menghilang? Aku butuh kamu, Raf. Aku masih butuh kamu." © 2015 by elcessa All Rights Reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines