Friends?
  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing49m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 7, 2017
"Dia sahabat gue, gak mungkin gue jadian sama dia" "Bego, lo itu cacat emosi tau ngga. Sampe kapan lo mau sembunyi di balik kata sahabat?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • Rayza
  • The Only Girl In The Section Full Of Boys
  • Tacenda: Kita Kembar? | Sudah Dibukukan
  • Soleil Noir [ END ] ✓
  • KASIMAN deh Loe
  • EL NIÑO DE MAMÁ
  • No One Raised Me, But You (Completed)
  • HUJAN DI KALA SENJA
  • ʟᴏᴠᴇ Fʀᴏᴍ Dɪғғᴇʀᴇɴᴛ Wᴏʀʟᴅ ✔ [Completed]

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines