Angin Memeluk Air

Angin Memeluk Air

  • WpView
    Reads 578
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 9, 2019
Prolog Angin selalu identik dengan perusak. Dimana ia selalu dianggap perusuh saat orang lain sedang menyapu. Angin dianggap bencana saat hembusan nya terlalu besar. Bahkan angin yang terlalu besar menandakan hujan datang dan akan menyebabkan bencana. Itulah yang menyebabkan seharusnya angin dan air tidak bersatu. Air identik menyenangkan. Ia dibutuhkan banyak orang. Tetesan air dari langit pun digemari anak-anak. Tapi, air akan menjadi bencana saat angin besar mulai membawa gumpalan awan sehingga air yang jatuh ke bumi melebihi tempat tampungnya. Air dan angin faktanya selalu egois. Mereka saling bermusuhan karena sifat masing-masing. Tapi pada akhirnya mereka akan menyadari bahwa mereka sama saling membutuhkan. Hanya saja semuanya tidak akan berjalan begitu cepat. Air dan angin akan saling takut kehilangan. Mereka akan mengetahui bahwa mereka sebenarnya saling mencintai. Dari suatu hal kecil dengan ego yang tinggi, mereka akan bersatu sangat dekat. Walaupun orang lain tidak akan pernah percaya dan orang lain pun juga mengelak hal itu terjadi. "Sesuatu hal yang bermuara benci, belum tentu akan berujung benci."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gerhana Berlian [New Version] ✔️
  • Satintail
  • ITS NOT SAME ANYMORE (END)
  • AnindiBara - Ini Tentang Perbedaan Kita (Lengkap)
  • After You, The Rain Felt Different
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • GERRY [END]
  • Langit Semesta

[Selesai] "Dua Elemen yang Berbeda" ⚠️WARNING!⚠️ Cerita ini mengandung banyak adegan dan kata-kata kasar. Jadi, mohon bijak dalam membaca. Terimakasih. °° Pertemuan dua elemen yang berbeda. Selalu ada titik pemisah yang memicu perselisihan. Bagai air dan api, sulit bertemu dalam damai. Bagai langit dan bumi, mustahil untuk menyatu. Bagai berlian dan gerhana, yang satu dianggap berharga, sementara yang lainnya dianggap bencana. Cinta dan benci adalah perbedaan yang akurat diantara mereka. Disaat benci sedikit menguap, satu kesalahan membuat benci kembali meluap. Akankah berakhir bersama? Ini sedikit mustahil. °° "Cantik." "Maksud lo?" "Ya, lo cantik. Sesuai sama nama lo. Berlian. Indah, gemerlap, dan tentunya cantik." "Oh ya? Lo juga sesuai sama nama lo. Gerhana. Lo itu bencana buat siapapun yang ada dideket lo! Lo ngerti?" °° [19 Agustus 2019]

More details
WpActionLinkContent Guidelines