Hipotermia

Hipotermia

  • WpView
    Reads 17,949
  • WpVote
    Votes 384
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 3, 2020
Kegiatan alam adalah salah satu hobi gue. Tapi sayangnya, gue punya kelemahan yang mungkin enggak semua orang punya. Gue anaknya paling enggak kuat dingin. Aneh, kan? Pecinta alam tapi nggak tahan dingin. Tapi tentunya itu nggak ngehalangin jalan gue buat terus ngelakuin hobi gue, karena di sana gue dapet banyak banget dapet pengalaman berharga, dan cinta. Pendakian gunung adalah awal gue kenal yang namanya HIPOTERMIA. Hipotermia memang buruk, bahkan bisa menyebabkan kematian. Tapi bedanya di kasus gue, hipotermia ini membawa cinta. Jadi, siap mendaki kisah gue? © Copyright 2017 by fasyanida
All Rights Reserved
#1
hipotermia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • MENTARI
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Semu [Completed]
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • In The Sunrise
  • THE CLIMB [Completed]
  • Nightfall
  • SHARAZA (TAMAT)

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines