1. Target

1. Target

  • WpView
    Reads 6,252
  • WpVote
    Votes 543
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 30, 2017
Kehidupan saat sekolah merupakan kehidupan paling menyenangkan. Ya, itu benar. Namun bagi Alina, itu semua adalah sia-sia belaka. Buat apa menyenangkan jika pada akhirnya berubah menjadi menyeramkan? Di saat menjelang kelulusan Temannya meninggal satu per satu dengan keadaan yang tidak wajar. Petunjuk yang di temukan sepupunya, Winda, ternyata saling mengacaukan satu sama lain. Bagaimana ceritanya? Apakah dia juga termasuk target pembunuhan itu? Siapa sebenarnya dalang pembunuhan kejam ini?
All Rights Reserved
#583
anaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Gerbang Iblis
  • Siapakah Orang Selanjutnya? [SELESAI]
  • kemah Terlarang
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • BULAN [Selesai]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Rahasia dibalik hujan

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines