Rachiera

Rachiera

  • WpView
    Leituras 4,793
  • WpVote
    Votos 513
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, nov 30, 2017
Raviv itu hujan. Kehadirannya dapat merubah euforia menjadi dingin. Untaian katanya tak banyak. Namun, sekali berucap, ia indah bagaikan permata. Uniknya, ia dapat menafsirkan mimpi. Achiera itu keberuntungan. Hatinya terkadang dingin seperti dilanda oleh badai salju. Hidupnya bertolak belakang dengan arti namanya. Untaian katanya juga tak banyak, tapi lidahnya tajam bagaikan hunusan pedang. Kamu tahu? Ia sering bermimpi. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| "Pada setiap malam yang aku lewati, aku menjerit takut. Pada fajar yang menyapa hari, aku terdiam larut. Pada masa depan yang akan datang, aku sanggup menyambut. Ini kisah perihal menggapai lalu melepaskan, seperti kabut yang datang lalu kelak akan pergi" -Clarastyx, 7-7-17
Todos os Direitos Reservados
#32
mustread
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • F A K E ? [End]
  • Lovakarta
  • Hai Om! Husband?!
  • SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI]
  • ANNOYING BOY | TERBIT✓
  • NISKALA ;Fractured Bonds
  • Froid Boy
  • [END] A Match Made in Chaos
  • RAVASYA [END]
  • Eayzi [On Going]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo