4 tahun lalu, Tokyo, Jepang. Pria-pria bersetelan hitam berdiri mendampingi sang ketua yang berada ditengah. Di ruangan yang sempit dan gelap, satu orang yang ditangkap diinterogasi oleh sang ketua. "Jadi kau tak ingin mengatakan siapa yang menyuruhmu?" Kata seorang pria tua yang sedang duduk sambil mengisap cerutunya. "Tidak." Kata pria yang meringkuk dengan tangan terikat dan muka babak belur. Seakan tak pantas, adegan kekerasan tersebut dilihat oleh pihak ketiga. Seorang anak laki-laki berumur sekitar 10 tahun berdiri disamping sang ketua. Sang anak hanya terdiam ketakutan. Seluruh badannya bergetar, ketakutan, tetapi dia tak dapat keluar dari ruangan itu. Sang Kakek, Ketua Yakuza hanya memegang bahu cucunya, bermaksud menguatkan. Tidak sekali ia melihat ini, sampai-sampai air matanya tak dapat keluar. Namun ia tetap ketakutan.
Más detalles