CreepyLollipop

CreepyLollipop

  • WpView
    Reads 2,425
  • WpVote
    Votes 290
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing50m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2019
Wanita mengandung, orang tua dan kanak kanak perlu diawasi ketika membaca ilham aku ni. Terutama sekali, penghidap sakit jantung. Segala memori dan perjalanan aku dicatat satu persatu, tiada rahsia antara kau dan aku. Semoga perjalanan anda tamat walaupun sesetengah dari kau masih tak jumpa pengakhiran cerita. Kerana aku masih disini menaip dan tetap menaip. •GuDlucK :) •
All Rights Reserved
#53
takut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Best Mama
  • Woman Who Called Mother
  • Bumi
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • the two world
  • Bloodthirsty (END)
  • Dorm Sweet Dorm
  • Shanarqie
  • Her Sniper:Aniq Emir          COMPLETED
  • Surat Tak Bernama

Anaya berusia 23 tahun, setelah menyelesaikan pendidikannya dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai personal assisten dari bos cewek super perfeksionis yang super bawel, ribet dan melelahkan "Gusti... kerja capek, gak kerja gak bisa makan.. ribet banget idup" Saat dipertengahan jalan menuju bandara untuk perjalanan dinas, mobil yg dikendarai mengalami kecelakaan karena menghindari kendaraan yg tiba - tiba melintas didepannya. Saat benturan dikepalanya terjadi "Tuhan... baru saja aku merasakan gaji ke 2 setelah bayar hutang. Semoga dikehidupan selanjutnya, gue hidup bergelimang harta, bersuami kaya, berbentuk cantik bak peri" lama- lama kepalanya terasa begitu berat dan semuanya gelap. ****** Dalam mimpinya banyak adegan kekerasan yg dilakukan oleh wanita cantik kepada anak- anak yg bahkan Anaya perkirakan baru berusia 2 tahun "Ampun mama, ampun" sang anak terus menangis sambil memegang tangannya yg di cubit. Karena tidak kuat dengan adegan dalam mimpi, Anaya berusaha membuka matanya hingga "Duchess, Mohon ampuni saya duchess. apakah duchess sudah merasa baik, saya akan panggilkan tabib" Dengan nyawa yang belum berkumpul ia biarkan sosok yang memakai pakaian pelayan zaman dulu itu keluar dari kamar dan ia fokus menatap sekeliling yang terasa aneh. tiba- tiba kepalanya seperti di pukul alat berat dan terasa sangat pusing, hingga kegelapan datang kembali **** On going Cover: pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines