Cewek Jantan

Cewek Jantan

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Semua wanita itu cantik. Jika ada ada yang menyebutmu jelek, itu berarti dia iri terhadap dirimu. Tapi, tak semua wanita cantik kelakuannya baik. Ada juga wanita cantik yang kelakuannya bikin geleng kepala! Siapa dia? Adalah Faya orangnya. Wajahnya cantik, tubuhnya sering di sebut 'BodyGoals', otaknya encer lagi. Idaman sekali! Tapi, anehnya, Ia jago tinju! Wow! Eh, hati-hati juga! Denger-denger, terkadang dia bisa jadi galak loh! Salah dikit, bisa patah tulang di buatnya! Belum pernah lihat setan berbentuk malaikat? Berarti kamu belum bertemu Faya Angelia! Pky, August, 5th 2017
All Rights Reserved
#128
shs
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INSECURE LOVE (END)
  • SELENOPHILIE [END]
  • 24H
  • Friendship Goals
  • "Hi' Love!" (On Going)
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • Fake Smile [End]
  • GALANG [SELESAI]
  • Raden

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines