Story cover for The Second Change {END} by Erientha
The Second Change {END}
  • WpView
    Reads 1,883
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 1,883
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Jun 30, 2017
Seorang gadis bernama Kayla, menerima penkhianatan dari cowok yang sangat dia sayang, Emir. Berbagai kisah cinta baru dialami oleh Kayla setelah meninggalkan Emir. Namun, apa kah hati Kayla mampu menerima cinta baru??
All Rights Reserved
Sign up to add The Second Change {END} to your library and receive updates
or
#95kekecewaan
Content Guidelines
You may also like
Ruang Paham by tempe15
12 parts Ongoing
Kanaya Putri Dirgantara baru saja memimpikan masa depan yang sempurna bersama Alvaro, kekasihnya. Namun, mimpi itu hancur berkeping saat ia mengetahui Alvaro berselingkuh dengan Bella, sahabat perempuannya sendiri. Luka pengkhianatan itu menganga lebar, dua orang yang dekat dengannya meninggalkan Kanaya dalam kehancuran dan kebencian yang mendalam. Ia bersumpah untuk move on, melupakan setiap jejak Alvaro dari hidupnya. Di tengah upayanya bangkit, Kanaya tak sengaja dipertemukan dengan Kael Alifian, sosok penyendiri dan pendiam yang selalu membuat Kanaya penasaran. Kael hadir tanpa paksaan, tanpa tuntutan, dan entah bagaimana, kehadirannya yang tenang mulai menciptakan "ruang" baru bagi Kanaya untuk bernapas. Perlahan, Kanaya menyadari bahwa ia mulai jatuh cinta pada Kael, sosok yang mampu memberikan kenyamanan dan pengertian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dari Alvaro. Namun, Kanaya segera menyadari bahwa Kael juga memendam luka yang tak kalah dalam. Hati Kael masih terikat pada bayangan masa lalu; ia diam-diam masih mencintai kekasihnya yang telah tiada. Kael melindungi dirinya dengan dinding tebal di sekelilingnya, membuatnya takut untuk membuka diri sepenuhnya pada Kanaya. Ia merasa bersalah jika harus mencintai lagi. Kini, giliran Kanaya. Ia harus berjuang lebih keras, bukan hanya untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari masa lalu Alvaro, tetapi juga untuk meyakinkan Kael bahwa mencintai lagi bukanlah pengkhianatan. Bahwa hati yang luas bisa menyimpan kenangan indah masa lalu sambil merangkul kebahagiaan di masa kini. Kanaya harus membuktikan bahwa ia bisa menjadi Ruang Paham bagi Kael, sebuah tempat di mana luka bisa diterima, duka bisa dibagi, dan cinta yang baru bisa tumbuh tanpa beban. Mampukah Kanaya membawa Kael keluar dari bayang-bayang masa lalu? Bisakah mereka berdua menemukan "Ruang Paham" yang sesungguhnya, di mana hati yang terluka dapat saling menyembuhkan dan membangun masa depan bersama?
You may also like
Slide 1 of 10
Rebuilding Love, One Flight at a Time (END) cover
Muslihat Sang Ipar [End] cover
Your Presence_END cover
Cafuné [✓] cover
Ruang Paham cover
Tentang Sebuah Rasa cover
My Annoying Bad Boy cover
Last Love cover
Rumah Penuh Kaca [COMPLETED] cover
Our Second Life (Selesai) cover

Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)

56 parts Ongoing Mature

Luka di hatinya masih terasa segar setelah kegagalan pernikahan enam bulan lalu. Michelle, bersumpah untuk tidak lagi mempercayai cinta atau menjalin hubungan baru. Kegagalan tersebut mengarahkannya untuk fokus pada dirinya sendiri, melarikan diri ke negeri para penyair dan pemikir, berusaha menyembuhkan luka setelah mendapati bahwa tunangannya, yang meninggalkannya di hari pernikahan, menikah dengan sahabat kecilnya. Kehidupan yang memberinya kebebasan di negeri para penyair itu terganggu ketika orang tuanya memintanya pulang dengan alasan klasik, yang ternyata hanya bertujuan untuk memperkenalkan seorang pria baru yang mereka anggap cocok untuknya. Tetapi, alasan yang dianggapnya klasik itu justru menjadi titik awal pernikahan yang nyata, menjadikannya istri dari seorang pria yang sama sekali tidak pernah mendengar tentang dirinya. Namun, Omar Zaid Al Basyir, dengan sikap tenang dan pembawaan lembut, menawarkan sesuatu yang berbeda. Tidak ada paksaan, melainkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal lebih dalam, membangun fondasi hubungan berdasarkan iman. Tetapi, Michelle dihadapkan pada ketakutan akan kegagalan dan ketidakpercayaan terhadap pernikahan. Perbedaan karakter, tekanan dari keluarga, dan gaya hidup yang saling bertolak belakang semakin memperumit situasi yang dihadapinya.