K U A T

K U A T

  • WpView
    Reads 6,298
  • WpVote
    Votes 287
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 31, 2019
WpInfo
Poetry
Ketika menulis waktu itu mulut terkunci dan yang berbicara hanyalah hati .
All Rights Reserved
#8
note
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah Tanpa Lari: Aera Inara [C]
  • FOURTH HAREM
  • Cinta yang Ku Dambakan Bahagia( Slow Update)
  • aksara
  • Sekadar Kata Hati
  • Berjuang walau penat
  • ENIGMA
  • Kisahnya Begitu Jalannya Begini
  • Fragment Rindu

Dia selalu lari. Dari ruangnya sendiri. Dari kenangan yang berat. Dari rasa yang tak pasti. Tapi kali ini, di Bangkok yang hangat, dia memilih untuk berdiri. Setiap langkah terasa asing, tapi setiap langkah juga nyata. Ini bukan kisah cinta yang mudah. Ini kisah tentang keberanian, sunyi yang hangat dan bagaimana hati belajar menerima dirinya sendiri. Dan mungkin, langkah tanpa lari itu adalah ruang yang selama ini dia cari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines