Story cover for When We Meet Again by aileendominique
When We Meet Again
  • WpView
    LECTURAS 68
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 68
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jun 30, 2017
Bagaimana situasi yang tepat untuk menggambarkan ketika seseorang dimasa lalu bertemu lagi dengan kita di waktu dan tempat yang berbeda.

Dengan keadaan yang berubah total. Semuanya sudah berubah. Mulai dari bentuk tubuh,wajah,usia. Kecuali satu, yaitu perasaan yang tetap sama. Itu sudah hukum alam untuk tidak bisa menghilangkan perasaan itu.

Tidak sengaja bertemu lagi setelah sekian tahun terpisah. Tidak, ini bukan perpisahan yang dramatis seperti dalam cerita-cerita romance lainnya. Ini perpisahan yang tidak sengaja terjadi karena suatu hal.

Dan itulah yang terjadi dengan dua makhluk Tuhan bernama Keisha Sabira dan Septian Rahardi.

Ikuti kisah selanjutnya di dalam cerita ini~
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir When We Meet Again a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Titipan Jantung Untuk Gladis de Yulianagirls
14 partes Concluida Contenido adulto
"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Titipan Jantung Untuk Gladis cover
Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT ) cover
Dear Anugraha  cover
Pesan terakhir  cover
Menyimpan Rasa (END) cover
Mr Dodol And Ms Cendol cover
Menatap Untuk Menetap [END] cover
What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️ cover
Perjalanan Kisah Cinta Afia cover
Me and You vs Our Story  cover

Titipan Jantung Untuk Gladis

14 partes Concluida Contenido adulto

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.