Baby Maker Machine

Baby Maker Machine

  • WpView
    Leituras 377,256
  • WpVote
    Votos 11,951
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadMaduroConcluída qui, jun 6, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Highest Rank : #1 In Child PRIVAT ACAK. Don't Copy my story!! Please kalau kalian menemukan cerita ini di manapun, harap laporkan kepada saya. Ide itu mahal harganya! "Maafkan aku, aku tau aku salah. Aku sadar posisi ku disini. Memang tidak seharusnya aku mempunyai perasaan Ini untukmu." kata gabby berusaha terdengar tegas dan tegar. Matanya telah berkaca kaca, namun ia berusaha sekuat tenaga menahanya agar tidak menangis. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan pria yang dicintainya. Kenzo tidak menyukai wanita yang cengeng dan manja. Tapi walaupun ia berusaha terlihat tegas dan tidak cengeng tetap saja kenzo tak akan pernah menyukainya. Tentu saja, hanya ada elliana di hatinya. Wanita yang menurutnya benar benar cengeng dan manja. Sangat berlawanan dengan tipe Kenzo yang diketahuinya selama ini. Sementara Kenzo hanya berdiri kaku menatap Gabby yang balik memandangnya tanpa rasa takut dan gentar. Bibirnya kelu. Ia tak tahu harus berkata apa. Didalam hatinya, ia merasa luapan perasaan bahagia yang berlebihan, sementara jantungnya berdetak kencang. Sampai kalimat yang keluar dari bibir mungil kemerahan itu membuatnya dilanda rasa takut yang teramat sangat. Ia takut wanita didepanya akan pergi meninggalkanya selamanya. "Kontrak kita sudah habis, aku titip anak anak ku. Aku tau aku tak berhak karna mereka sepenuhnya milikmu. Aku hanya bertugas mengandung dan melahirkan mereka. Tapi selama ini mereka mengenalku sebagai ibu mereka, jadi jika aku pergi nanti tolong carikan ibu untuk mereka secepatnya. Aku takut mereka akan kehilangan sosok ibu. Aku tau kau mampu menjadi ayah sekaligus ibu yang hebat untuk mereka. Tapi bagaimana pun juga mereka butuh Kasih sayang seorang wanita. Maafkan aku jika selama ini aku menyusahkanmu. Selamat tinggal. Jaga diri baik baik."
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • RIANA
  • Kenangan Bersama Luka
  • CINTA BEDA KARAKTER
  • Lelaki Bayaran [END]
  • ON SIGHT (Completed)
  • We Are Destiny (NEW)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Nabila & Kelvin After Merried (END)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo