Story cover for Titania by diaryjomblo
Titania
  • WpView
    LECTURES 250
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Chapitres 8
  • WpView
    LECTURES 250
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Chapitres 8
En cours d'écriture, Publié initialement juil. 01, 2017
Di antara ketiga temanku, hanya aku yang masih jomlo. Di antara ketiga temanku, hanya aku yang tidak pernah jalan sama cowok. Di antara ketiga temanku, hanya aku yang ditolak cowok mentah-mentah.

"Titania suka sama gue? Dih, najis!"

Ucapan yang sederhana namun membekas di hatiku entah sampai kapan. Aku menyukainya, bahkan kurasa sudah menuju pada tahap mencintai. Tapi, ketika dia tahu jika aku menaruh hati padanya, dengan lantang dia mengatakan hal seperti itu.

Sebegitu menajiskannya-kah aku? Aku jelek, memang. Aku tidak putih seperti Aisyah. Aku tidak seksi seperti Nia dan aku tidak manis seperti Elsa. Tapi, sejak saat itu, aku berusaha merubah diri. Menjadi Titania yang baru.

"Padanya aku berharap, darinya aku tersakiti."
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Titania à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#177jomblo
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
You're Here, But Not For Me, écrit par MyMiela
8 chapitres En cours d'écriture
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Pengantin Bayangan (SELESAI) cover
Teater in Love cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
Tentang Ashel cover
He Is My Husband (Selesai season 01) cover
Terjebak Diwaktu Yang Sama cover
Angel To Raya (END) cover
Red Flag : Love That Binds cover
You're Here, But Not For Me cover
JATUH CINTA SETELAH MENIKAH cover

Pengantin Bayangan (SELESAI)

46 chapitres Terminé Contenu pour adultes

(BOLEH FOLLOW SEBELUM BACA!!) *** Sempurna. Itu adalah satu kata yang menggambarkan dirinya. Tampan, mapan, tidak banyak bicara, protes, atau bahkan menolak semua keinginanku. Apa pun yang aku katakan, dia akan selalu mengangguk dan melakukannya. Bahkan mungkin saja--sekalipun dia tidak menyukainya. Dia akan tetap melakukannya. Itulah kenapa aku selalu menyebutnya sebagi suami sempurna. Aku tidak pernah tahu isi hatinya. Tapi karna aku tidak tahu isi hatinya, aku takut mencari tahu. Kami menikah bukan atas keinginannya, tapi di luar itu, dia berusaha keras untuk melakukan kewajibannya sebagai suami yang aku inginkan. Padahal, yang aku inginkan adalah dia bisa bersikap layaknya suami pada umumnya. Menolak ketika tidak suka, atau bertengkar dengan sesuatu yang kadang membuat kami tidak nyaman satu sama lain. Setelah itu berbaikan dan kembali bersikap biasa-biasa. Bukankah perdebatan-perdebatan kecil dalam rumah tangga itu biasa? Lalu kenapa dia tidak bisa? Sampai satu hal yang aku takutkan benar-benar terjadi. Karna nyatanya, dia tidak menginginkanku. Aku hanyalah Pengantin Bayangan di sini. Menggantikan seseorang yang tak bisa dia miliki.