Titania
  • WpView
    Reads 251
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 23, 2017
Di antara ketiga temanku, hanya aku yang masih jomlo. Di antara ketiga temanku, hanya aku yang tidak pernah jalan sama cowok. Di antara ketiga temanku, hanya aku yang ditolak cowok mentah-mentah. "Titania suka sama gue? Dih, najis!" Ucapan yang sederhana namun membekas di hatiku entah sampai kapan. Aku menyukainya, bahkan kurasa sudah menuju pada tahap mencintai. Tapi, ketika dia tahu jika aku menaruh hati padanya, dengan lantang dia mengatakan hal seperti itu. Sebegitu menajiskannya-kah aku? Aku jelek, memang. Aku tidak putih seperti Aisyah. Aku tidak seksi seperti Nia dan aku tidak manis seperti Elsa. Tapi, sejak saat itu, aku berusaha merubah diri. Menjadi Titania yang baru. "Padanya aku berharap, darinya aku tersakiti."
All Rights Reserved
#2
titania
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • You're Here, But Not For Me
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • I Love You
  • He Is My Husband (Selesai season 01)
  • Red Flag : Love That Binds
  • KU CARI JALAN CINTAKU
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama

".....Vania ini orangnya ngeyel-super ngeyel, emosian, tengil, galak, keras kepala, padahal aslinya cengeng dan manja....." Vania membeliak mendengarkan penjelasan Devan, dapat dilihat dari raut wajah dan matanya bahwa laki-laki itu menyeringai sombong membanggakan dirinya sendiri karena tepat menjawab pertanyaan Vania. "Cowok gendeng!" Devan mencondongkan telinganya untuk memastikan apa yang Vania ucapkan barusan. "tuli ya?" cibir Vania. Devan menghela napas, "bagaimana? ada yang ditanyakan lagi, atau kamu mau tahu tentang saya?" tanya laki-laki itu antusias. "Nggak penting!" jawab Vania ketus sambil mengibaskan tangan. . . . Menjadi laki-laki baik, sabar, dan sholeh mungkin tidaklah cukup bagi Devan, tepatnya Devandra Aditya Pramana untuk meluluhkan hati seorang perempuan yang keras kepala. Bahkan sebuah pernikahan pun tidak mampu membuat perempuan bernama Vania Ardan Prayogi itu berubah menjadi lembut dan mencintainya, tapi justru sebaliknya. #Story by: vhe_ya #Cover by: dhen.indra NB: ada beberapa part yang saya privat. Jadi kalau mau baca full, follow dulu yakk.. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines