We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
We Don't Talk Anymore

We Don't Talk Anymore

  • WpView
    Reads 612
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 9, 2018
WpInfo
Fanfic
1Direction
Harry Styles
Think of How much Love that's been wasted. People Always Trying to escape it. Move on to stop their heart breaking. ▪▪▪ (Throwback) Harry menggambar bayang bayang garis abstrak menggunakan jarinya dengan background langit biru dengan awan putih membumbung. "Cobalah berkomunikasi pada langit." "Memang bisa?" Aku mengerutkan keningku. "Cobalah. Suatu saat kamu akan mengerti. (Back to now) "Harry, sepertinya langit memberitahuku lewat awan yang berjalan perlahan bertautan sehingga membentuk gumpalan awan hitam. Dia memberitahuku bahwa hujan akan turun hari ini. Kupikir aku tahu alasannya mengapa aku harus berkomunikasi dengan langit. Ya, kali ini langit berhasil meramalkan perasaanku---sedang buruk." Aku tersenyum pada langit yang berubah perlahan menjadi gelap, aku tersenyum pada matahari yang perlahan berpendar menghilang dari jangkauan mata, aku tersenyum pada rintikan hujan yang menemaniku dalam kesesakan jiwa. "Mungkin aku salah mencintaimu, tetapi sekalipun itu salah aku sangat tidak mengharap menjadikan diriku benar." "Senang mengenalmu, senang pernah menjadi milikmu, terimakasih. Harry." -Carelly Rey. "I don't have anyexplain about her. Yeah, I really love her. You-you can see right? I love her so much. And the reasons why I can't explain it just because it is more than just words."- Harry Styles interviewed for Fabulous magazine.
All Rights Reserved
#3
loganlerman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Birulova
  • JATI DIRI (DRAMIONE)
  • Smile, Draco.
  • a RAINBOW
  • Aerilyn
  • Forgettable Vows by twin-v (Bahasa Indonesia) - END
  • Reckless
  • Luka Anak Pertama
Birulova

(Selesai) "Waktu kita mendaki bareng gue banyak belajar. Di sini gue nemenin lo dari pagi buta jalan bareng di bawah langit biru tanpa mengeluh ketika gue banjir sama peluh. Di sana, di puncak, kalau pada akhirnya lo lebih milih bersama orang lain yang menurut lo pantas menikmati matahari tenggelam dan menutup hari bersama lo, gue juga nggak akan ngeluh. Itu hak lo, buat gue perjalanan sama lo di bawah langit biru lebih indah ketimbang hanya memandang jingganya langit yang kemudian hilang." - Dealova Priscanara "Gue selalu mencoba jadi yang terbaik meskipun gue harus mengorbankan diri gue sendiri demi hal itu. Gue rela lo cap dengan sapaan paling hina selama lo nggak sentuh orang-orang di sekitar gue. Saat dituding sebegitunya gue kadang mikir seberapa sempurna lo sampai nyacat orang lain." - Padmana Biru Abimanyu "Gue butuh lo karena gue nggak perlu banyak cerita tapi lo sudah paham. Gue hanya menatap dan yang lo lakuin setelahnya adalah menetap. Gue selalu mengawali semuanya dengan gagap dan saat itu lo bakal merengkuh gue dengan segala harap." - Arthur Bayu Wisanggeni

More details
WpActionLinkContent Guidelines