Sureal

Sureal

  • WpView
    LECTURAS 1,718,491
  • WpVote
    Votos 202,269
  • WpPart
    Partes 60
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 16, 2025
"AAAAKKHHH!!" Pandanganku buram. Entah apa yang sudah terjadi. Pisau itu ada di tangan gemetaran si pemuda. Darah segar merembes blous kuning gadingku. Si jalang memekik seperti melihat hantu. Papa berlari menyongsongku. Dan gelap. Ketika terbangun aku bukan lagi Asana Ayu. Setidaknya begitu yang diyakini orang-orang bertelinga lancip di sekitarku. Eh telinga lancip? Kenapa aku juga punya? Apa-apaan ini? ### Asa terbangun di negeri yang berbeda dari Jakarta. Namanya berubah menjadi Mirallae. Statusnya berubah menjadi istri seorang panglima perang giyom, manusia bertelinga lancip. Buruknya dia sudah mempunyai seorang puteri kecil bermata biru pucat yang memiliki kekuatan magis. Bagaimana Asa bisa kembali ke tempat asalnya? Kenapa dia yang terjebak di dunia bak istana peri ini? Apa ini alam setelah kematian?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Darah di Tahta Sunyi
  • I Was The Evil Witch
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • 【VIVA FANTASY】Be my king,fel. Rafel x Readers(END)
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Cahaya Transmigrasi✓
  • Questism x Reader : With Asya
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]

--- Prolog "Kerajaan ini tak dibangun di atas kebajikan-melainkan di atas bisikan malam dan darah yang mengering." Tidak ada yang tahu kapan tepatnya kegelapan itu datang. Mungkin ia lahir bersamaan dengan kelahiran sang Ratu-Eirwen, putri dari takhta dingin yang menjulang di utara. Wajahnya elok bak lukisan dewa, tapi matanya... menyimpan musim dingin yang tak pernah mencair. Konon, saat ia dinobatkan, langit tidak bersorak, melainkan mendung menggulung dan gagak-gagak berputar di atas istana. Orang-orang berseru dengan takzim, namun di dalam dada mereka, berkecamuk rasa takut yang tak mereka pahami. Eirwen tak mewarisi kerajaan-ia menaklukkannya. Dengan siasat, darah, dan kehendak besi. Ia tidak memimpin dengan kasih sayang, melainkan dengan sunyi yang mengintimidasi. Dan ketika musuh-musuhnya runtuh satu per satu, bukan kemenangan yang ia rasakan, tapi kehampaan yang terus menggerogoti jiwanya. Kini, bertahun telah berlalu. Kerajaan berdiri di atas tulang-tulang masa lalu. Dan di dalam istana batu yang membeku itu, sang Ratu duduk seorang diri... dikelilingi bisu, dikhianati bayang-bayangnya sendiri. Tapi ini bukan kisah tentang kebangkitan. Ini adalah kisah tentang kehilangan. Tentang bagaimana seorang ratu mengorbankan segalanya-hingga ia bahkan tak lagi memiliki dirinya sendiri. Dan ketika semuanya telah terbakar... Yang tersisa hanyalah keheningan yang menganga. ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido