Sureal

Sureal

  • WpView
    Reads 1,720,888
  • WpVote
    Votes 202,385
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
"AAAAKKHHH!!" Pandanganku buram. Entah apa yang sudah terjadi. Pisau itu ada di tangan gemetaran si pemuda. Darah segar merembes blous kuning gadingku. Si jalang memekik seperti melihat hantu. Papa berlari menyongsongku. Dan gelap. Ketika terbangun aku bukan lagi Asana Ayu. Setidaknya begitu yang diyakini orang-orang bertelinga lancip di sekitarku. Eh telinga lancip? Kenapa aku juga punya? Apa-apaan ini? ### Asa terbangun di negeri yang berbeda dari Jakarta. Namanya berubah menjadi Mirallae. Statusnya berubah menjadi istri seorang panglima perang giyom, manusia bertelinga lancip. Buruknya dia sudah mempunyai seorang puteri kecil bermata biru pucat yang memiliki kekuatan magis. Bagaimana Asa bisa kembali ke tempat asalnya? Kenapa dia yang terjebak di dunia bak istana peri ini? Apa ini alam setelah kematian?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • 【VIVA FANTASY】Be my king,fel. Rafel x Readers(END)
  • Cahaya Transmigrasi✓
  • Questism x Reader : With Asya
  • I'm More Than Just A Princess
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines