Story cover for Death by Penguinsshi
Death
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 01, 2017
"Om! Andai saja dulu om mengulurkan tangan om. Mungkin, Nadia masih hidup sampai sekarang." - Bela


•••••

©2017 PenguinDotCom
All Rights Reserved
Sign up to add Death to your library and receive updates
or
#72nada
Content Guidelines
You may also like
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
48 parts Complete Mature
DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.
You may also like
Slide 1 of 10
VANIA AND BOYS LOVE NOVEL! cover
PELUK [7/7] cover
OBSESSED with your body(END) cover
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
Sudut Luka Nazea cover
Mr X  cover
Alisa's Story  cover
Holiday Nightmare [TAMAT]✔️ cover
Terima Kasih, Benua ✓ cover
Ice Love [COMPLETE]✔ cover

VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!

38 parts Complete

Bagaimana jika mati karena tersedak biji duren dan bukan nya ke neraka ataupun surga malah bertransmigrasi ke sebuah novel yang kalian pinjam di sebuah perpustakaan daerah Yang lebih parah nya lagi, bertransmigrasi ke sebuah novel yang bergenre BOYS LOVE yang bahkan isi nya hanya para pria saja Ini lah dia seorang gadis bernama Vania yang mati karena kecerobohan nya sendiri saat memakan buah duren dan malah bertransmigrasi ke sebuah novel boys love yang ia pinjam di perpustakaan daerah Awalnya dia biasa saja dengan kehidupan baru nya, karena dia selalu mengira semua karakter di sana semua nya belok, tapi siapa sangka ternyata karakter di novel itu malah berbalik terobsesi dengan dirinya "WHAT!!! gue transmigrasi di novel boy love?" " Lo ganteng sih tapi sayang belok" "Gue ga takut orang kalian gey" "Maaf ya gue lebih suka duit lo dari pada Lo" ____________________________________ "Kita ga belok, Vania!!" " Alah taibanteng Lo" "Ck kenapa lo susah banget percaya sih" "Orang kenyataan nya gitu" Bagaimana kau Vania menjalani harinya di dunia barunya, apa dia akan santai santai saja dengan kehidupan yang damai? Atau malah sebaliknya? Atau ia tidak akan di lepaskan oleh para pria di sana? Entah apa yang terjadi selanjutnya