Sorry
  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Wed, May 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"jika kau merasa tertekan maafkan, ikhlaskan. Jika kau tidak mau memaafkan maka nikmati tekanan itu. Karena setiap pilihan pasti beresiko" Annabel "Kamu tau orang sakit? Mereka pasti berobat untuk sembuh. Dan obat itu rasanya pahit selain itu obat tidak serta Merta membuat orang itu sembuh. Butuh proses. Akupun begitu, memaafkan tidak sesederhana itu. Aku tidak mau jadi orang naif yang bilangnya gak papa tapi nyatanya kenapa Napa. Luka ini masih basah masih perih. Dan aku belum siap menerima pahitnya obat maaf. Semuanya butuh waktu, aku hanya membutuhkan waktu untuk ini semua" Arta Cerita ini mau direvisi. Maaf ya kalau kalian kurang nyaman. 😊😊 Kalian mau baca aja aku udah seneng banget. Makasih banyak.
All Rights Reserved
#819
prince
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amour (COMPLETE)
  • PLUTO
  • The Hope (Completed)
  • Hopeless
  • Admire Or Love
  • Nissa & Nathan (COMPLETED)
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • DRABIA [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • WAITING YOU  [ Hiatus ]

Ana hanyalah gadis lemah yang penuh rasa tertekan akibat keluarganya sendiri. Hidupnya terbelenggu penderitaan yang berasal dari kesalahan yang tak pantas disebut kesalahan. Ayahnya bilang dia hanya sosok pembawa sial. Ya, ia menerimanya. Terlanjur menyalahkan diri akibat kepergian orang yang dicintai membuat Ana terbiasa menjadi pihak yang selalu disalahkan. Sampai Sadewa datang. Pemuda yang ia obati luka diwajahnya saat tak sengaja bertemu halte. Kejadian di mana ia nyaris lupa, jika Sadewa tak mengingatkannya sendiri. Semua mulai berubah, Ana kira keberadaan sahabat-sahabatnya lebih dari cukup sebagai obat pelipur lara, tapi di saat Sadewa menawarkan sebuah rasa yang begitu indah bernama cinta padanya, untuk pertama kalinya Ana ingin mengubah takdirnya sebagai pihak yang selalu disalahkan. "Lepaskan Sadewa untuk saudarimu, Valda" "Na, janji jangan pernah tinggalin aku ya?" Ana dipaksa memilih. Bagaimana ia bisa, jika kedua pilihan yang disodorkan sama menghancurkannya? ------------ Masih pemula, Bisa follow dulu lah sebelum baca🤣👌💜

More details
WpActionLinkContent Guidelines