YOUR EYES

YOUR EYES

  • WpView
    Reads 20,443
  • WpVote
    Votes 1,155
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 11, 2018
LANGIT,Tenanggggg!!! Liat mata aku!!aku janji bakal selalu ada buat jagain kamu! -Bintang Langit menatap tajam mata perempuan itu dengan geram dan muka yang memerah, tubuhnya melemah, BRAAAKK!! Pistol yang ada di tangan kanannya terjatuh. Dia menghela nafas dengan kasar, diciumnya kening perempuan itu singkat kemudian dipeluknya tubuh wanita itu erat-erat. "Aku mohon tetap sama aku, aku perlu kamu" -Langit
All Rights Reserved
#45
kyfa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Quick Wear: Lelaki tua yang tidak punya keturunan membujuk janda muda Punya Bayi
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Kejar-Mengejar [SEGERA TERBIT]
  • Angel Eyes with My Dreams
  • ZERGAN
  • My Quuen is Bad Gril
  • AILAH(END)✅
  • I Want To Make You Mine
  • My Devil Husband [END]
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA

Pahlawan wanita yang malang telah berada di jalan menuju suaminya yang tidak beruntung, membunuh satu demi satu. Pi Tian adalah seorang janda muda yang terkenal di lingkungan itu. Dia berkulit cerah, parasnya cantik dan kakinya jenjang. Dia menarik perhatian dan memikat banyak pria yang mendatanginya dengan tatapan penuh nafsu setiap hari. Demi melindungi dirinya, Pi Tian jatuh cinta pada lelaki tua yang hanya berani memperlakukannya dengan baik secara diam-diam pada pandangan pertama. Tetapi lelaki tua itu bersikap acuh tak acuh dan menjauhinya bagaikan menghindari wabah. Dia selalu menolaknya dengan satu kalimat, "Aku tidak pantas untukmu..." Mata Pitian memerah karena marah, "Kamu belum mencoba...bagaimana kamu tahu kamu tidak pantas untukku..." Pitian mengambil inisiatif untuk berdiri di depannya lagi dan lagi, menunjukkan senyum polos, "Paman, garis-garis di telapak tanganmu sangat jelas, bolehkah aku menyentuhnya?" "Paman, apakah pinggangku patah? Bisakah kau memijatnya untukku..." "Paman, sakit di sini...apakah aku akan segera mati..." Pitian tersentuh oleh belaian pria itu, dan berkata dengan enggan, "Paman, mereka semua mengatakan bahwa aku tidak beruntung...aku tidak ingin kau mati..." Mata Pitian merah karena menangis, dan bahkan lehernya merah karena kesedihan, dan seluruh tubuhnya sedikit gemetar. Pria itu memeluknya, menundukkan kepala, dan mencium lembut air matanya. "Jangan menangis, aku kuat, aku tidak takut padamu..." Juga dikenal sebagai "Aku pembunuh suami dan kamu pembunuh istri, kita pasangan yang cocok"

More details
WpActionLinkContent Guidelines