I BELIEVE I CAN

I BELIEVE I CAN

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 21, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Aku adalah seseorang yang tidak memiliki sesuatu yang berharga dalam hidupku. Aku tidak memiliki ibu, ayah, teman bahkan kerabat. Aku hidup sendirian, aku berusaha sendiri untuk memenuhi semua kebutuhan diriku. Semua ini berawal dari seseorang lelaki yang dahulu aku sebut 'ayah'. Bagiku dia bukanlah siapa-siapa untukku sekarang. Aku juga seorang pemimpi, yang bermimpi untuk menjadikan hidupku menjadi lebih baik lagi. Menjadikan semua yang dahulunya aku tidak mampu menjadikannya mampu. Karena dengan diriku yang sekarang aku percaya aku bisa.
Todos los derechos reservados
#887
sedih
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • Let Me Love You Longer
  • ON REMEMBERING
  • Heart Challenge (ON THE GOING)
  • Insecurity [ SEGERA TERBIT ]
  • Hopeless
  • Full Of Scratches
  • perjalanan cinta rumit
  • Deary Depresiku [[ END ]]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido