UNFORGETTABLE MEMORIES (MASA REVISI)

UNFORGETTABLE MEMORIES (MASA REVISI)

  • WpView
    Reads 2,658
  • WpVote
    Votes 1,260
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 16, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
(ON GOING)(JANGAN DIBACA DULU, MASA REVISI!) '🖤' = SUDAH DIREVISI Queenella Putri Mahesa, wanita tergalak di sekolah. Wanita yang memiliki paras cantik itu memiliki jabatan sebagai 'Fierce Queen'. Lucas Alvino Tan, lelaki yang gagah, bad boynya sekolah. Namun pujaan seluruh wanita, kecuali Nella. Lucas yang selalu menganggu harinya, Lucas yang tengil, jahil dan suka membuatnya naik darah. Nella yang selalu menjadi korban kejahilan, kenakalan, dan ketengilan Lucas, hanya dapat menahan amarahnya. Selalu saja jika berhadapan dengan Lucas, emosinya langsung naik. Namun, mengapa Lucas ingin mencari gara-gara dengan Nella? *YA DI BACA ATUH HUAAAA* 🍁Kau ambil ragaku layaknya secarik kertas🍁
All Rights Reserved
#56
unforgettable
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Perihal Luka 2
  • ZENARZEL [SELESAI✔]
  • Chelsie
  • AQILA [end]
  • Aryashka Adhinatha Mavendra
  • Metanoia
  • Fanny (SELESAI)
  • GALANG [SELESAI]
  • Lena The Troublemaker

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines