AETHER

AETHER

  • WpView
    Reads 324
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2019
Trilogi Academy ----- Terdapat lima unsur atau elemen yang dipercaya membentuk seluruh benda di alam semesta, yakni kayu, api, tanah, logam dan air. Hubungan antara kelima elemen ini membentuk siklus energi murni yang senantiasa berputar. Namun, terdapat satu elemen klasik yang berbeda. Dia tidak dingin maupun panas. Tidak basah maupun kering. Tidak keras maupun lunak. Dia yang menyatukan serta mewakili seluruh unsur di jagad raya. Dialah, Aether. *** Areta tak pernah menyangka di hari kelulusannya, seorang lelaki gila dengan berani membobol masuk aula tempatnya akan menerima ijazah dan memporak-porandakannya. Satu-satunya yang ada di pikiran Areta saat itu hanyalah ... 'kelulusannya tidak akan diundur bukan?'. Berusaha menyelematkan diri, Areta berlari terpincang-pincang menuju toilet dengan kakinya yang terkilir. Meski tak mengerti apa yang terjadi, ucapan gurunya terngiang di benaknya. Berlari mempertahankan diri atau mati berdiam diri. *** "Dalam hitungan ketiga kita akan melompat" "Me-melompat?" Ucapku skeptis. "Ya melompat ke genangan air didepan kita" tangannya ia kaitkan dibawah bahuku, berusaha menopang tubuhku yang tidak seimbang akibat kaki sialanku yang terkilir. "Maaf?" Aku memandangnya bingung. Keningku berkerut dalam, tak mengerti apa yang dibicarakan. "Satu," ia mengeratkan kaitan tangannya, "dua," dan aku masih seperti orang linglung, "tiga, lompat" Entah mengapa tubuhku refleks bergerak mengikuti ucapannya. Kami melompat ke genangan air selebar satu meter didepan kami. Selama sepersekian detik aku sudah mengira akan menginjak lantai licin didasar genangan lalu kami akan terpeleset seperti orang bodoh. Namun, yang terjadi aku seperti melompat ke dalam kolam. Tubuhku terjun ke dalam air setinggi lebih dari tiga meter. Apa yang terjadi? *** Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang. First publishing : 5 Juli 2017 10:15
All Rights Reserved
#34
elemen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Book I: The Arcanum of Aalisha [END & TERBIT]
  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Pain of the Slayer
  • Satintail
  • Guardian Angel
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Kekuatan
  • Hope Is A Curse

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines