Gottmörder 1 - Manifestasi Dewa Perang

Gottmörder 1 - Manifestasi Dewa Perang

  • WpView
    Reads 1,578
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 4, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Saat pertengahan musim semi, Pascal mendengar sebuah kisah tentang kutukan yang terjadi di sebuah desa dari kakeknya. Setiap hari orang-orang di desa mati terkena serangan jantung, fenomena itu terus berlanjut hingga teman kakeknya yang di panggil penyihir menghentikan kutukan tersebut. Sulit baginya untuk bisa menerima cerita kakeknya itu. Cerita tentang sihir dan kutukan sendiri adalah sebuah topik yang sudah terlewat lebih dari satu abad yang lalu. Karena ketidakpercayaan Pascal, Kakeknya membuktikannya dengan menunjukan sebuah litograf kuno padanya dan menyuruhnya untuk mengantarkan litograf tersebut pada pemiliknya jika memang ingin mencaritahu kebenarannya. Meskipun merasa aneh, mengapa sebuah peninggalan kuno berharga bisa berada pada kepemilikan kakeknya. Di sisi lain, Pascal yang sedang dalam krisis kebosanan setelah kelulusannya, akhirnya menerima tugas tersebut sebagai alasan untuk berlibur keluar negeri. Ditengah tugasnya sebagai kurir dan liburannya di Sardinia, Pascal dikejutkan dengan kemunculan seekor babi hutan yang memiliki ukuran raksasa yang mencoba menghancurkan kota. Ditengah kekacauan yang melanda, ia pun bertemu dengan seorang yang memproklamirkan dirinya sebagai Ksatria Agung. Dia adalah Clara Savoia, seorang penyihir sekaligus Ksatria yang sedang dalam tugas menyelidiki peristiwa ini. Karena tidak mengerti akan apa yang terjadi dan kebenaran dibalik bayang dunia, Pascal memutuskan untuk bekerja sama untuk mengatasi masalah yang terjadi di Sardinia. Iblis, vampir, penyihir dan Dewa -- sebagai seorang yang selalu berpikir rasional, ia tidak berpikir kalau semua eksitensi itu ada dan tinggal bersama manusia. Perjalanan yang penuh dengan penuh hal yang tidak masuk akal ini akan menjadi awal kisahnya sebagai [God's Slayer]. Meski ia tidak suka dengan kekerasan, tapi setelah pembunuhannya terhadap seorang Dewa, Pascal dipaksa untuk terus bertarung melawan para dewata dalam mitos yang turun diatas dunia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To the Happy Ending✓
  • The Mist Embracing Eye「SLOW UPDATE」
  • Aurelia
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • Academic Mirabelis The Hidden Magic
  • Night Stalkers
  • Kaisar & Sang Amora
  • ISEKAI OF MIDNIGHT SLAYER:THE DAWN ZERO
  • Saint Of Athena

Ketika kematian menjemputmu setiap saat, keinginan terbesar dalam hidup Zata adalah setidaknya sekali saja, sekali saja dia ingin mati dengan tenang! Kenapa ia selalu berakhir tragis dan menyedihkan seperti ini?! Dari mati sebagai gelandangan tunawisma di gang sempit, kelaparan sampai malaria, prajurit yang gugur di medan perang, dituduh penyihir sampai hukuman gantung, hampir semua jenis kematian sudah dirasakan oleh Zata. Dia sendiri bahkan terheran-heran bagaimana ia bisa terus menerus mengulang kehidupan dan kematian bagai lingkaran looping yang terus berputar, menjebaknya. Ketika akhirnya ia merasa bosan oleh kehidupan yang terus berulang ini, Zata menumbuhkan satu kebiasaan buruk yang bahkan ia sendiri tidak sadari yaitu, "Ah sudahlah, pada akhirnya aku akan mati lagi!" Begitulah yang sekiranya ia pikirkan sehingga sekarang baginya nyawa bukanlah sesuatu yang berharga lagi. Dia kerap mati konyol dalam insiden-insiden yang sebenarnya bisa ia cegah, hindari, atau malah atasi. Namun pada satu malam, di kehidupan yang entah ke berapa sekarang, di mana di kehidupan ini ia merupakan seorang pedagang kain, bersama para pedagang lainnya Zata berbaur dengan kalangan bangsawan yang tertarik dengan barang mereka. Di satu malam yang cukup mencekam, di pesta yang seharusnya meriah penuh suka tawa, sebuah pemberontakan, kudeta terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines