Jodoh Nextdoor

Jodoh Nextdoor

  • WpView
    Reads 197,408
  • WpVote
    Votes 11,504
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 8, 2017
[T A M A T] Menikah dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita, lalu menggapai apa yang namanya sakinah adalah impian semua orang. Namun itu adalah hal yang mungkin saja terjadi atau mungkin saja tidak. Namun mencintai orang yang sudah kita nikahi adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pasangan. Namun bagaimana jika yang dirasakan Adeev berbeda, ketika membenci Imam atau kakak sepupu nya dan yang lebih tepatnya adalah suaminya sendiri. "-Aku tidak pernah mengingkan menikah denganmu wahai kakak tersayang. Jika bukan karena wasiat nenek yang konyol, kau tetaplah berstatus kakak sepupu ku. Just my brother! Dan jangan pernah menyamakan dirimu dengan pria masa lakuku. -Adeeva- "-Aku memilihmu karena Allah mempercayakan dirimu padaku. Menuntunmu hingga mencapai apa yang namanya surga. InshaAllah-" -Imam- 🐝Update on Friday-Inshaa Allah
All Rights Reserved
#1
imam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Mengagumi Dalam Diam
  • Perfect Couple
  • The Affair ended Beautifull (End)
  • ALKHAIRA
  •   ᴾᴱᴺʸᴬʸᴬᡀ ᴡᴸᡁ˒ᴡ ˒ᴱᴹᡁ
  • π€ππŽπ”π“ πˆπŒπ€πŒ (ON GOING)
  • Asmaraloka Sang Letnan [END]
  • ALA
  • Because I Love You [SELESAI]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines