We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AKU
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Untuk apa mencari kebahagiaan dengan menjadi orang lain jika aku pun mampu bahagia dengan menjadi aku. Aku tak peduli seberapa sulitnya skenario Tuhan yang telah tertulis untukku, karena yang aku tahu. Kebahagiaan akan menyapaku, seperti pepatah sehabis gelap terbitlah terang. Aku percaya pepatah itu karena Tuhan pun telah mengatakan sehabis kesulitan akan ada kemudahan. "Tuhan memiliki rencana yang lebih indah dari yang aku duga. Jika bertanya kapan, maka jawabannya ada pada diriku sendiri. Sudahkah aku menjalani skenarioNya dengan baik?" Sekarang, perkenalkan AKU adalah AKU. Dengan semua apa yang terjadi padaku, AKU tetap akan merasakan bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVIN (On Going)
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Different [END]
  • Destiny
  • Ar.
  • The First, Not the Last
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • BROTHER (NCT Brothership)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines