Play With Me, Boys.

Play With Me, Boys.

  • WpView
    Reads 316,213
  • WpVote
    Votes 12,859
  • WpPart
    Parts 64
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2019
Mimi tak percaya ia akan berada dalam situasi seperti ini. Sulit dipercaya memang, ia sebagai agent rahasia tak bisa melakukan apa-apa ketika berhadapan dengan dua pria ini. Dua pria berbahaya sedang berada di depannya saling menatap tajam seakan siap membunuh satu sama lain. Lucas yang pertama bergerak, ia menarik lengan Mimi ke arahnya dan menggoda telinganya dengan bibirnya, Mimi mengerang sedikit merasa geli. Varrel tak tinggal diam, ia pun maju melakukan hal yang sama di telinga Mimi yang lainnya. Mimi mulai gelisah tak tahan dengan perilaku dua pria ini mencoba memberontak. "Lepaskan aku, kalian brengsek." Ucap Mimi geram. "Kau tak bisa kemana-mana. Bukankah kau menikmatinya? Lepaskan pria itu, aku bisa membuatmu puas sendirian." Ucap Lucas menahan tangan Mimi yang mencoba melepaskan diri. "Kau tak akan bisa melakukannya dengan punyamu yang kecil itu. Biarkan aku yang memuaskanmu, Mi." Balas Varrel. Mereka kembali saling menatap tajam. Mimi mulai kehilangan kesabaran nya. Secara bersamaan ia memukul perut Varrel dengan tangan nya yang bebas dan menendang selangkangan Lucas. Mereka berdua melepaskan Mimi sambil memegangi bagian yang diserang Mimi. "Kalian ingin memuaskanku? Keep on dreaming guys." Ucap Mimi sambil menatap remeh dua pria yang masih meringis. "Jangan membuatku memaksamu Mimi." Ucap mereka bersamaan, dan kembali saling tatap tak suka. Mimi terkekeh dibuatnya. "Wow, kalian seperti sudah jadi soulmate, kenapa tidak langsung check-in?" canda Mimi sambil menahan tawa. "But let's see who's the one will get me pleasure." tantang Mimi kepada mereka berdua. "You will regret this." "Don't regret it later." Ucap mereka bersamaan. Mimi pun tersenyum miring. BEBERAPA PART DI PRIVATE,.. TERSELIP ADEGAN 18++... UPDATE SETIAP HARI!! DON'T COPY MY STORY!!
All Rights Reserved
#38
challenge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih & Abu-abu
  • I'm Sorry But You're Mine [END]
  • Irresistible Sight | Irresistible Series #2
  • His Secret Child
  • Perverter FRIGID [Girls Knight #3]
  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • My Grip [End]
  • Isabella (Complete) End
  • Are You a Criminal? - #hackerseries 1.0 [✅] 🔚

Satu hal yang Anne tidak sukai dari kehidupan SMA, tentang sombongnya anak borju, belagunya the most wanted, ngesoknya senior, dan menyeramkannya geng kapak. Perjalanan kisah SMA-nya dimulai ketika ia bertemu dengan Dandy yang mempertemukannya dengan Agil. Agil merupakan senior agit idaman semua Adek kelas perempuan. Selain dia jago basket, rupanya yang tampan blasteran Indo Arab, katanya dia juga dingin sehingga jarang sekali dari mereka yang berhasil mengetuk pintu hati Agil. Dibalik sikapnya yang dingin, sekalinya dia mendekati perempuan pasti berakhir pada sebuah harapan yang palsu. Bukan, bukan Agil yang menjadi korban php, kabarnya Agil yang selalu nge-phpin banyak perempuan didekatnya. Oleh karena itu salah satunya hal yang paling dibenci Anne. Mereka yang dipredikati the most wanted, pasti memanfaatkan predikatnya itu hanya untuk menggaet banyak perempuan cantik di belakangnya. Tetapi semua berbeda ketika Anne berkesempatan untuk mengenal Agil lebih dekat. Dan banyak sekali rahasia yang Anne baru ketahui setelah itu. Nyatanya semua tidak seperti yang Anne pikirkan selalu buruk. Akhirnya Anne harus terjebak pada perasaannya yang aneh, akibat dari rasa bencinya yang perlahan mulai tumbuh menjadi benih-benih cinta disela kedekatan mereka. "Lo tuh aneh ya Gil, nggak pasti! Udah? Nggak ada yang mau diomongin lagi kan?" tutur Anne tegas. "Setahu gue, cewek nggak suka kalau ditinggal pergi tanpa kepastian. Intinya gue sayang sama lo, udah pasti kan?" -Kai Agil Pratama. If you want the truth, ask something! Because grey cannot shine without Black and White.

More details
WpActionLinkContent Guidelines