Menangis sudah menjadi hal yang sangat biasa bagi wanita bernama lengkap Sabintan Yeselin Henas. Setiap hari yang bisa dia lakukan hanya menangis dalam diam dan gelap. Di tuntut untuk selalu tersenyum, walau sejujurnya tersenyum adalah hal yang paling menyakitkan baginya.
Terluka. Itulah yang sedang dia rasakan.
Terluka di dalam keluarganya, dan terluka karena laki-laki yang paling dia cintai di dalam hidupnya. Bertahan bersama laki-laki yang mungkin tidak tahu caranya menghargai perasaan perempuan, adalah hal yang paling menyakitkan bagi Bintan. Terus, mengapa dia mau bertahan? Jawabannya hanya satu. Karena dia mencintai laki-laki itu. Belajar untuk setia dan bertahan adalah tantangan baginya.
Lantas apakah kesetiaan dan pertahanan akan tetap menjadi prinsip baginya? Berdiri tegak saat tiba-tiba saja seseorang yang tulus dan menawarkan kebahagiaan datang kehidupnya. Siapa yang akan dia pilih di antara kedua laki-laki itu? Pilihannya hanya bertahan dengan air mata atau berlalri mengejar kebahagiaan? Atau mungkin dia membuat satu pilihan lagi. BERHENTI.
Berhenti mencintai, mungkin?
15+