Story cover for RECUSANCE by neutron-star
RECUSANCE
  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jul 04, 2017
Bagaimana jika kalian ditinggal di bumi bersama para zombie? Dan dengan secara terang-terangan pemerintah membuang kalian bahkan mengebom bumi agar kalian binasa bersama para zombie? 

Jennie Earth adalah seorang gadis berumur 16 tahun terkejut ketika sebuah kapsul datang tiba-tiba jatuh dari langit. Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata di dalam kapsul itu ada seorang pemuda berkulit pucat! Jennie yang terkepung zombie tidak sengaja membangunkan pemuda itu. Di tangan kanan pemuda itu terdapat kilat merah yang meledakkan zombie-zombie yang mengepung mereka. 

Pemuda itu tidak ingat asal-usulnya dari mana, tetapi Jennie yakin sekali kalau pemuda itu berasal dari Beutholrus yang terjatuh ke permukaan bumi.

Jennie ingin membantu pemuda itu, memutuskan untuk pergi ke Beutholrus.

Tetapi, bagaimana caranya mereka ke sana ketika di bumi sudah tidak ada lagi transportasi? 

Apakah perjalanannya hanya sekadar mengantarkan pemuda itu ke Beutholrus?

Atau mereka akan menemukan fakta dibalik pemerintahan yang kejam ini?
All Rights Reserved
Sign up to add RECUSANCE to your library and receive updates
or
#193zombie
Content Guidelines
You may also like
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
You may also like
Slide 1 of 9
Biorisiko: Pelarian Dari Kota Mati cover
THE MALE LEADS ARE TRAPPED IN MY HOUSE cover
How to Survive cover
THE FIRST FALL | JENLISA cover
Ordinary Zombies (BL) cover
Foreign Virus (LENGKAP)  cover
EARTH NOW cover
Run! cover
KOTA ZOMBIE ✔  cover

Biorisiko: Pelarian Dari Kota Mati

13 parts Complete

Keberuntungan menghampiri tatkala seorang pemuda diajak sahabat karibnya untuk melanjutkan pendidikan di negara bagian Minnesota sekitar benua Amerika. Namun, petaka terjadi di suatu malam. Sebuah wabah yang sangat mengerikan. Mendorong manusia-manusia yang terinfeksi untuk melakukan insting basis terlarang dari makhluk hidup, kanibalisme. Mereka berdua terjebak di sana dikelilingi oleh berbagai makhluk yang membusuk. Bersama orang lain yang masih bertahan, mereka berusaha untuk pergi dari kota tersebut. Meskipun luka, cedera, ataupun kematian menghantui dan mengancam mereka. Mampukah mereka melewati kehancuran massal di kota Minneapolis?