TEROR DAN CINTA DIPEGUNUNGAN

TEROR DAN CINTA DIPEGUNUNGAN

  • WpView
    Leituras 11
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 30, 2017
Avery delaney, seorang analis FBI berusaha untuk melupakan masa lalunya yang suram. Ia ditinggalkan oleh ibunya ketika baru berumur tiga hari, sehingga ia diasuh oleh nenek dan bibinya, carolyn. Ketika avery berusia dua belas tahun, ibunya kembali bersama seorang kriminal untuk membawanya pergi. Upaya itu gagal namun nenek avery tewas dan avery sendiri tertembak sehingga hampir kehilangan nyawa. Pengalaman traumatis ini membuat avery memutuskan menjadi penegak hukum. Sementara itu, alvin fauzan yang sudah lama melacak keberadaan calvin menemukan jejak pembunuh itu dan memutuskan untuk mengejarnya. Calvin ternyata sudah menyandera tiga wanita yang salah satunya adalah carolyn. Ketika sedang melacak keberadaa bibinya, avery bertemu alvin dan memutuskan untuk menerima bantuan laki laki itu. Ketegangan dalam pencarian dan waktu yang sempit membuat avery sangat bergantung pada alvin sehingga ia mulai merasakan perasaan yang berbeda terhadap kebersamaan mereka. Dilain pihak, alvin yang pada awalnya bersikap dingin, mulai merasakan perasaan protektif yang berlebihan terhadap avery. Namun avery memiliki rahasia yang kelamyang terus menghantuinya yang menyebabkannya tidak mau berkomitmen sampai sekarang. Ditengah gejolak perasaan yang terjadi diantara mereka, avery dan alvin harus berburu dengan waktu untuk menyelamatkan carolyn dan sandera lainnya. Berhasilkah mereka berdua menemukan dan membebaskan para sandera dengan sedikit waktu yang ada? Apakah sebenarnya motif calvin menyandera carolyn? Dan apakah avery dan alvin berhasil bersatu setelah semua yang mereka alami?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Problem Between Us
  • The Brides
  • [Completed Story] The Dark Desire :  #01.BII Series
  • My Way [Slow Up]
  • Bentangan Payung Biru
  • Kamu
  • Iblis Di Sampingku (Tamat)
  • The Devil
  • Pecahan bayangan
  • ANUBIS : Vendetta Code A

Konflik antara Devis dan Eveline, yang berawal dari persahabatan kuat dan kini diuji oleh kehadiran orang ketiga, Liam, adalah potret klasik dari cinta yang tersembunyi di balik topeng persahabatan. Devis, dengan segala ciri khas tsundere dan egoismenya, menunjukkan bentuk posesif yang sangat jelas. Namun, menariknya, posesif ini bukan muncul dari keinginan mengontrol semata, melainkan lebih seperti manifestasi dari ketakutan kehilangan. Perubahan sikap Devis yang drastis-dari acuh tak acuh menjadi penguntit yang terang-terangan-mengindikasikan bahwa Eveline bukan sekadar teman biasa baginya. Kata "peduli" yang diucapkannya, meskipun samar dan dingin, adalah retakan pertama pada tembok emosionalnya. Ini adalah Devis yang belum bisa mengenali, apalagi mengakui, perasaannya sendiri. Ia mungkin melihat Eveline sebagai "miliknya" karena kebiasaan dan kenyamanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun, sehingga kehadiran Liam dipandang sebagai ancaman langsung terhadap status quo yang telah ia nikmati. Di sisi lain, Eveline berada dalam posisi yang membingungkan dan frustrasi. Ia terbiasa dengan Devis yang cuek dan suka digoda, bukan Devis yang tiba-tiba membatasinya. Kebingungannya adalah cerminan dari kegagalan Devis untuk berkomunikasi secara efektif. Eveline tidak akan memahami alasan di balik posesif Devis karena pria itu sendiri tidak berani menghadapi dan mengungkapkan emosinya. Ia hanya melihat tindakan yang mengekang kebebasannya dan merusak hubungan pertemanannya dengan orang lain. Meskipun Devis bertekad"merebut kembali"Eveline dengan berbagai cara, termasuk strategi licik dan intimidasi, pendekatan ini justru berisiko memperburuk keadaan. Alih-alih menarik Eveline kembali, sikap posesif tanpa penjelasan yang jujur bisa membuat gadis itu semakin menjauh dan merasa tercekik. Liam, sebagai katalis, kemungkinan besar akan semakin menarik diri, menghindari drama yang tidak perlu, dan itu akan menciptakan celah yang lebih besar antara Devis dan Eveline.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo