Preman Sekolahan

Preman Sekolahan

  • WpView
    Reads 4,114
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 16, 2017
Kita bertiga udah temenan sejak kecil. Dari orok kita udah temenan. Banyak banget kesamaan diantara kita bertiga, dari mulai tanggal lahir yang sama, lahir dirumah sakit yang sama, tapi muka tetep beda ya. Tetep gantengan gue kemana-mana lah*pede parah*. Jadilah kita trio kampret. Banyak yang bilang kalo kita itu liar. Suka telat kalo sekolah, loncat pager sekolah tiap hari, naik motor bonceng tiga kaya cabe-cabean, dan berbagai tingkah gila dan konyol lainnya.. Ya Ya Ya.. Caci dan makilah kita. Fine! *We Are Preman Sekolahan*
All Rights Reserved
#4
friska
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Three Idiot Girls  ✔
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • PERCAYA? [END]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Untung Sayang
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • JAM 3 SORE
  • Gula - Gula
  • Arsyilazka
  • My Class
  • Because I'm Stupid (End)
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Behind The Smile (TERBIT)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines