My Bad Wife

My Bad Wife

  • WpView
    Reads 46,272
  • WpVote
    Votes 1,452
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 25, 2021
[Spiritual - Romance] Mungkin memang kisah kita hanya berawal dari sebuah perjodohan, dimana sebuah perjodohan itu tidak terdapat celah sedikit pun untuk dapat dibatalkan. Setiap tingkah laku konyolmu seakan air yang dapat menumbuhkan setiap inci dari perasaanku. Bagian tersempurna di dalam hidupku adalah ketika aku berjanji bukan hanya di hadapan orangtuamu namun juga di hadapanNya agar dapat membimbingmu dan merangkulmu untuk melangkah bersama sebagai kekasih halal yang membuat bidadari-bidadari surga cemburu. -Bara Tamada
All Rights Reserved
#46
loves
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Perfect Couple
  • Kekasih Impian✔
  • This is My Future | END
  • ANBIDZ (ON GOING)
  • Serius, Kita Cuma Temen Kost?
  • Alur Bersamamu [Complated]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Cinta tak keliru (END)

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines