Please, Come Back !

Please, Come Back !

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 13, 2017
Syifa Nurul Pradipta adalah seorang cewe yg urakan, ambruladul, sukanya clubing gajelas.. Ia memiliki seorang kekasih yg benama Fikri Awalam At-taher seorang cowo yg bisa di bilang nerd, tapi ganteng , gila , dan yaa gitudeh.. apkah cinta Syifa dan Fikri akan berlanjut dengan perbedaan mereka yg seperti langit dan bumi... ikuti terus yaa (slow update)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Kahfa (Revisi)
  • HAFSHA - Ketika takdir menggoreskan luka [Terbit] ✔️
  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • cinta tulus arka
  • F dan Z  ( and )
  • Mendadak Ipar
  • Hijab in School [END]✔
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • CIH, DASAR JELEK

Sebelum baca jangan lupa __follow, vote dan komen__ ____Happy Reading ___ ____ Dalam proses revisi 😢 maaf kalau masih ada typo bertebaran ___ Masih tetap berjuang dan pantang mundur? Walaupun sadar harapan itu semu, sama seperti Liena sering dipanggil Lili yang mengharapkan sebuah satu kata yaitu cinta dari seorang cowok yang anti dengan yang namanya pacaran, lebih tepatnya cewek. Ets, tapi bukan homo, lho! Melainkan cowok yang begitu taat dan takut dengan yang namanya dosa. Dia Kahfa, iya Kahfa cowok yang seolah memiliki daya pikat sendiri di mata orang lain, terutama bagi Lili, dimulai saat kejadian tak terduga yang membuat Lili berani mengejar cinta Kahfa. "Ahfa mau nggak jadi pacar Lili?" tanya seorang gadis bersurai hitam "Surah Al-Isra' ayat 32," balasnya tanpa menatap gadis itu sambil melangkah pergi dari sana.. "Ahfa itu orangnya beda, beda banget malah sama cowok lain. Ahfa itu bagaikan matahari, sedangkan Lili itu bulan. Memang tidak bisa bersatu karena langit memberi jeda abadi diantara kita, tetapi sayangnya Lili tetap berharap kalau Tuhan menyatukan kita," gumam Lili sambil menerawang langit yang terlihat begitu sepi, sama seperti hatinya saat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines