Immortal to Me

Immortal to Me

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 15, 2019
Namaku Rana, Alana Rana. Tujuh tahun sudah aku mencintainya, dia yang senyumnya tak kan bisa terhapus oleh apapun, dia yang hanya membuat senyum itu untukku, dia yang hanya ada satu di manapun aku berada, yang membuatku seketika tersenyum meski betapa kesedihan menghampiri. 19 tahun sudah semesta menghiburku dengan kehampaan. Pada ulangtahun ke 20 aku berharap ia merenggut hampa yang mulai menertawakanku. Dan ini adalah kisahnya. Iya.. dia, bukan aku.
All Rights Reserved
#759
immortal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PENGELANA INGATAN
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Between My Heartbeats (COMPLETED)
  • Unpredictable Love
  • Trapped By A Pervert
  • Nothing, But You...
  • Raina Maramitha
  • I Love Him But I Don't [COMPLETED]
  • One Night Stand
  • Would You Be Mine? (COMPLETED)

Namaku Raka. Usiaku 27. Dan aku bisa masuk ke dalam ingatan orang-asal mereka menyentuhku saat sedang mengingat sesuatu yang sangat emosional. Aku nggak tahu ini kutukan atau anugerah. Yang jelas, setiap kali aku "melompat", aku kehilangan satu memori milikku sendiri. Pagi itu, aku duduk di taman belakang rumah sakit jiwa tua yang hampir tak terpakai. Ada seorang perempuan duduk di bangku besi karatan, memeluk lutut. Rambutnya seperti malam yang baru saja diguyur hujan. Namanya Aluna. Aku mengenalnya kemarin. Atau seminggu lalu? Entahlah. Ingatanku mulai bolong-bolong. "Aku pernah membunuh seseorang," katanya lirih, tanpa melihatku. Tangannya menyentuh ujung jaketku. Dan sebelum sempat kutarik, tubuhku jatuh. Gelap. Kemudian... cahaya merah. Pohon. Bunga-bunga seperti percikan kembang api menggantung dari rantingnya. Dan di bawah pohon itu, seorang lelaki muda tergeletak. Darah mengalir dari perutnya, membasahi akar-akar yang mencengkeram tanah. Aluna berdiri di atasnya, menggenggam pisau. Tapi anehnya... wajah lelaki itu sama persis denganku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines