Immortal to Me

Immortal to Me

  • WpView
    Membaca 46
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Nov 15, 2019
Namaku Rana, Alana Rana. Tujuh tahun sudah aku mencintainya, dia yang senyumnya tak kan bisa terhapus oleh apapun, dia yang hanya membuat senyum itu untukku, dia yang hanya ada satu di manapun aku berada, yang membuatku seketika tersenyum meski betapa kesedihan menghampiri. 19 tahun sudah semesta menghiburku dengan kehampaan. Pada ulangtahun ke 20 aku berharap ia merenggut hampa yang mulai menertawakanku. Dan ini adalah kisahnya. Iya.. dia, bukan aku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#98
immortal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Unpredictable Love
  • Until You Said, 'I Love You'
  • Mencintai Nania
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • PENGELANA INGATAN
  • Trapped By A Pervert
  • One Night Stand
  • Between My Heartbeats (COMPLETED)
  • My Boss My Love
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan