REBELLION (5)

REBELLION (5)

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 5, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Haruskah perang ini terjadi? Mengapa kita tidak dapat hidup berdampingan dalam damai, meski kita diciptakan oleh dua pencipta yang berbeda? Selayaknya siang dan malam yang saling melengkapi meski mereka tak dapat bertemu. Bukan salahmu dilahirkan dalam keadaan seperti itu. Bukan salah para leluhur yang merahasiakan banyak hal mengenai dunia kita. Dan bukan juga salah kaummu yang memulai pemberontakan demi menuntut balas dendam. Kita hanya hidup didalam sebuah kesalahpahaman yang menjadikan semuanya rumit selayaknya benang kusut. Karena itu, ayo kita urai kembali benang itu. Dan aku... Membutuhkan bantuanmu. Masihkah kau mengingat janjimu padaku dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • MORGAN
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Perfect Antagonist (end)

Eryos William, seorang pria lembut dan penyayang, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Gabriel Rainer Lev Oldene omega pangeran antagonis yang paling dibenci di kekaisaran. Ia masuk tepat di malam tragis ketika Gabriel terlibat skandal dengan Grand Duke Arnos Edward De Garland, seorang Alpha dominan yang kemudian dipaksa menikahinya. Dalam alur asli novel, Gabriel menjalani pernikahan penuh kebencian, hidup terhina, dan berakhir tragis tanpa seorang pun peduli. Namun kini jiwa dalam tubuh itu adalah Eryos bukan sosok licik dan kejam, melainkan hati yang tulus dan tak tahu cara membenci. Di dunia Omegaverse yang keras dan penuh intrik istana, Eryos harus bertahan sebagai "antagonis" yang sudah terlanjur dicap buruk. Bisakah kelembutannya mengubah takdir yang seharusnya berujung kematian? Ataukah ia tetap akan terseret pada akhir yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines