QUOTES KEKASIH TERAKHIR

QUOTES KEKASIH TERAKHIR

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 7, 2017
Dia seorang, tergambar nostalgia lalu. Penuh bunga dan duri, penuh tawa dan airmata. Dia seorang, tergambar wajah di mata dan di hati. Dengan wajah penuh menyimpan seribu soalan, membawa seribu jawaban. Dia aku seorang, wajah-wajah dulu merobek hatiku, yang semakin layu. -angganudatar- Kadang aku pikir novelku terlalu panjang untuk dibaca, mungkin orang lain pun malas membacanya hehehe. Jadi demi mempermudah intisari cerita, aku mau kumpulin qoutesnya aja dari Novel Kekasih Terakhir yang kubuat ini. Semoga saja bisa menginspirasi siapa pun yang baca, tapi tolong jangan di flagiat yaa, kecuali cantumkan nama penulis jika ingin menyebarluaskannya. Terima Kasih :D
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • THROWBACK
  • THIS IS MY STORY! - JAYNINGHOON
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • THANK YOU KA
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Siluman Tak' Bernyawa

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines