Pertemuan Singkat

Pertemuan Singkat

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 13, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Secercah harapan kini berubah menjadi kelabu. Namun kenapa semua itu nyata? Keberanianku kini pudar. Tergores kenangan buruk. Mungkin ini menakutkan bagiku. Seperi bisa ular kau berhasil melumpuhkan hati dalam sekejap. Perjalananku masih jauh. Keikhlasan dan kesabaranlah yang aku butuhkan sekarang.
All Rights Reserved
#133
pemberontakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Grey Of SAKARUNA
  • LOVE or FRIENDS [completed]
  • him (END)
  • Zirah Asteria
  • Rindu (Completed)✔
  • Teruntuk Kamu
  • ketika sahabat menjadi pengkhianat
  • CDD(Cinta Dalam Diam)
  • My Junior My Love ✔️

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines