I Hass You

I Hass You

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2017
WpInfo
Fanfic
Matahari sangat panas. Hujan begitu dingin. Tapi dalam dunia, mereka sama-sama bergantung satu sama lain. Namun di kehidupan cinta sangatlah berbeda. Sebutlah begini, Matahari suka kepada Hujan yang bisa menenangkan segala sesuatu. Sedangkan Hujan membenci Matahari karena selalu memberi panas. Hujan tidak ada kaitannya dengan Matahari. Tapi Hujan selalu berkaitan dengan Petir. Walaupun secara teori sangatlah sulit Matahari mengejar Hujan tanpa memisahkan kehadiran Petir. Seperti itulah kisah cinta yang dialami Tytan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • Rain Sound
  • Perhatian Yang Menumbuhkan Cinta
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Romansa, Kopi Dan Hujan (Kumpulan Cerpen)
  • Girl Rain Haters
  • The Rain
  • Dalam Rintik yang Sama
  • rain untuk senja

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines