fools
  • WpView
    Leituras 477
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, ago 19, 2017
WpInfo
Fanfic
Justin Bieber
Cover by Anisa Salma Aku membenci tawa seseorang. Yang melecehkanku atas apa yang aku puja dalam hidupku. Menertawakan novelku, hal yang akan menemaniku seperti orang yang pernah membacakan cerita pertamaku diatas pohon oak. Yang dulu memperkenalkanku dengan dunia imajinasi ditengah kesesakkan hidup antara orang-orang yang berusaha membunuhku secara perlahan. "Setidaknya kau pernah bermimpi, memimpikan angan orang lain atau bahkan berbagi mimpimu. Itu akan menjadikanmu lebih hidup dalam dunia ini" Tawa itu seakan merubah hidupku, juga duniaku. Hidupku penuh kepalsuan, aku melibatkan dirinya. membawanya masuk dalam hidupku dengan kebohongan yang melebur dalam perasaan cinta. Mengabaikan hati yang akan terkoyak dalam karna belati dalam kebohongan dan kelamnya masa lalu. Akankah kebohongan dapat bertahan dalam hubungan kami? Menghancurkannya? Atau mungkin sebaliknya? . . . MNH
Todos os Direitos Reservados
#9
jendall
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dalam Diam
  • NEW BIEBER
  • PHP//H.S
  • HENDALL : A Boundless Lie ~DNA
  • Little Night - Justin Bieber [COMPLETE - RePub]
  • The Secret Affairs (REVISI ✔️ - One Direction Fanfiction)
  • I'm Not HER!
  • Iridescent
  • Consequences (Completed)

[C O M P L E T E D]. "kamu berubah," katanya, matanya memancarkan sinar sedih. ada sesuatu yang aneh baginya, melihat ku berdiri didepannya dengan senyum angkuh. aku ingin tertawa dihadapannya, "memang," "kamu bukan yang aku kenal dulu," suaranya lirih. namun aku masih tersenyum. bersiap untuk menyakitinya, seperti dia menyakiti aku. lalu sebelum aku benar-benar pergi menjauh, aku menoleh, "pernah dengar patah hati mengubah segalanya?" • • • mungkin, suatu hari nanti kita berdua akan bertemu lagi. menyapa dalam suara pelan, berbincang sedikit. menoleh mengintip masa lalu, dan menyadari, dalam diam menyakitkan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo