Pembawa Kematian

Pembawa Kematian

  • WpView
    Reads 44,263
  • WpVote
    Votes 1,463
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2015
WpInfo
Fiction
Fantasy
Catatan penulis : Alur suram dan membingungkan, banyak typo. *** Siapa kau, pengelana, yang tak punya nama? Hanya pembawa pesan, untuk disampaikan. Wahai pembawa pesan, pada siapa kau bertuan? Aku hamba setan, Si Pembawa Kematian. Ujarnya, diiringi tawa. Namun lagit menangis, diatas kepala. Ya, langit menangis, diatas mayatnya. *** tambahan : cerita ini cuma buat iseng-isengan, jangan berharap ada 'pesan moral' tersembunyi, apalagi 'kutipan(quote)' keren.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • 1. Imah Leuweung - Rumah Hutan
  • Waiting lockdown
  • Kumpulan Cerita Horor
  • TIANG KEMBAR (DIA BUKAN NENEKKU)
  • Mine
  • Pesan Terakhir
  • Heirs of the Revis: The Locksmith
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • Penguasa Alam Ghaib

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines