Colors

Colors

  • WpView
    Reads 1,832
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2020
"Diantara 7 juta warna yang dapat dilihat oleh mata manusia, dan 48 pensil warna milikmu yang dapat kau gunakan, mengapa kau hanya menggunakan warna hitam, putih, dan merah?" Aku menunduk, mencoba untuk memikirkan jawaban yang tepat Entahlah, mungkin karena hitam untuk menggambarkan hari-hari gelapku tanpamu, putih untuk menggambarkan kekosongan yang kurasakan, dan merah... untuk menggambarkan hatiku yang terluka. Karena aku tidak ingin mengecewakannya, aku menyimpan jawaban itu untuk diriku sendiri. Dan sebagai gantinya, aku berkata "Kau ingin aku untuk mulai menggunakan warna-warna yang lainnya?" "Sebesar aku menginginkan dirimu untuk mulai membuka hatimu, karena sebenarnya kau masih memiliki banyak orang yang peduli padamu, dan itu bukan aku saja." Aku terdiam, tak bisa memberikan balasan yang tepat untuk pernyataannya. Aku tidak suka berbohong. Namun aku lebih tidak suka jika harus membuatnya kecewa. Original book started: 08/08/15 completed: 23/06/17 Translation started: 08/07/17 completed: - Credit to @wangkongbean
All Rights Reserved
#30
k-pop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PARADIGMA
  • My Little Wife | Park Jimin
  • Crystal || Park Jimin ✔
  • My Good Girl
  • END Home [Namjin FF]
  • Chrysanthemum | Complete (✔) [TELAH DINOVELKAN & TERSEDIA VERSI PDF]
  • By Your Side [Vkook]
  • Sacrifice>KTH
  • [Not] Obsession - END
  • SARCASM

[ Completed ] Ada satu titik dimana ia merasa begitu beruntung, mempunyai segala yang orang lain tak punya. Namun, ada satu titik pula ia merasa begitu sial, tak ingin melanjutkan hidupnya. Ia ingin kebebasan, sebuah fatamorgana yang hanya bisa tercipta lewat kepala. Ia benci dikekang, sebuah realita yang selalu terlihat di depan mata. ❝Lo nggak tahu rasanya jadi gue, senang dan depresi disaat yang bersamaan. Garis hidup apa yang Tuhan takdirin buat gue? Kenapa nggak masuk diakal, huh?❞ Sejenak, Taehyung menghembuskan napasnya, memejam lalu menatap mata gadis itu dalam. ❝Garis hidup itu abadi. Tinggal gimana kita tambahin bumbu-bumbunya aja. Mau coba bahagia bareng gue?❞ Jennie membeku ditempatnya. Pun mereka tak pernah tahu, dua orang musuh yang selalu bersaing, bisa bersatu dalam ikatan yang sering orang sebut; Cinta. ••• ©𝙩𝙖𝙚𝙘𝙖𝙭, 2019 [𝘽𝙏𝙎 𝙁𝙖𝙣𝙛𝙞𝙘𝙩𝙤𝙣 - 𝙆𝙞𝙢 𝙏𝙖𝙚𝙝𝙮𝙪𝙣𝙜 𝙀𝙙𝙞𝙩𝙞𝙤𝙣] [𝘽𝙇𝘼𝘾𝙆𝙋𝙄𝙉𝙆 𝙁𝙖𝙣𝙛𝙞𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 - 𝙅𝙚𝙣𝙣𝙞𝙚 𝙆𝙞𝙢 𝙀𝙙𝙞𝙩𝙞𝙤𝙣]

More details
WpActionLinkContent Guidelines