Colors

Colors

  • WpView
    Reads 1,831
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 21, 2020
"Diantara 7 juta warna yang dapat dilihat oleh mata manusia, dan 48 pensil warna milikmu yang dapat kau gunakan, mengapa kau hanya menggunakan warna hitam, putih, dan merah?" Aku menunduk, mencoba untuk memikirkan jawaban yang tepat Entahlah, mungkin karena hitam untuk menggambarkan hari-hari gelapku tanpamu, putih untuk menggambarkan kekosongan yang kurasakan, dan merah... untuk menggambarkan hatiku yang terluka. Karena aku tidak ingin mengecewakannya, aku menyimpan jawaban itu untuk diriku sendiri. Dan sebagai gantinya, aku berkata "Kau ingin aku untuk mulai menggunakan warna-warna yang lainnya?" "Sebesar aku menginginkan dirimu untuk mulai membuka hatimu, karena sebenarnya kau masih memiliki banyak orang yang peduli padamu, dan itu bukan aku saja." Aku terdiam, tak bisa memberikan balasan yang tepat untuk pernyataannya. Aku tidak suka berbohong. Namun aku lebih tidak suka jika harus membuatnya kecewa. Original book started: 08/08/15 completed: 23/06/17 Translation started: 08/07/17 completed: - Credit to @wangkongbean
All Rights Reserved
#839
minyoongi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • June | PJM
  • By Your Side [Vkook]
  • PARADIGMA
  • DARK AND WILD
  • Mr.Logical [END]
  • Black & White (Two shoots) ✔
  • Crystal || Park Jimin ✔
  • Sacrifice>KTH
  • SARCASM
  • BAD SKULL (Blackbangtan)

"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya." gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya. ---- "Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June Keheningan, lagi. "Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi." Sebuah jeda. "Bunga ini untuknya." Untuk dia? "Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu." Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung? "June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015." ---- sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction

More details
WpActionLinkContent Guidelines