Story cover for Untaian kata by authoramatiran14
Untaian kata
  • WpView
    Reads 2,680
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 2,680
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Jul 08, 2017
-Mengapa kota hujan ini hanya bisa mempertemukan raga kita? Padahal rasaku juga butuh tempat. Tempat untuk bernaung, dan kuharap itu adalah kamu. Tepatnya hatimu, Tuan.

Tuan, jika kamu membaca ini, kuharap kamu sudi untuk menjadikan hatimu sebagai dermaga atas kapal rasaku.

Karena disini, bukan hanya kata yang kuuntai, namun juga rasa dan asa.
Rasa sayang kepadamu, dan asa bahwa suatu waktu kita dapat menjadi kita yang sesungguhnya.

Benar. Kita yang sesungguhnya, Tuan.
All Rights Reserved
Sign up to add Untaian kata to your library and receive updates
or
#942brokenheart
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
PETRICHOR [Lengkap] cover
Have a Nice Dream [Completed] cover
Remah Rasa sang Penyair Galau cover
ALISHA (end) cover
Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan] cover
Another Goodbye (The Other Side 2) cover
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
Everything cover
harapan yang pupus cover

PETRICHOR [Lengkap]

35 parts Complete

Di bumi manusia itu aneh. Menginginkan hujan, tapi takut kehujanan. Menyukai panas, tapi tidak mau kepanasan. Seperti halnya Rain yang membenci hujan. Karena hujan adalah kebencian dan petir adalah ketakutan. Bukan berarti ia juga menyukai panas. Ia tidak menyukai kedua musim itu di bumi. Jadi, apa yang ia suka? Jawabnya mendung. Di bumi mendung tercipta karena adanya awan. Nama yang sama seperti sahabatnya. Apa itu artinya Rain juga menyukainya? Tidak! Maksudnya tidak sekedar menyukai, Rain sudah mencintai. Kalau Awan juga menyukai hujan, apa itu artinya Awan menyukai Rain? === "Bagaimana hubungan kita ke depan?" "Jalani saja dulu, semua butuh proses kan?" "Kalau kita sama-sama bosan?" "Wajar, nanti juga bosannya hilang." === "Harus menunggu sampai kapan biar kamu suka sama aku?" "Sampai kapanpun kita itu teman." "Nggak bisa lebih?" "Bisa. Kita sahabat." "Bukan itu maksudku. Kalau memang kamu enggak pernah ada rasa kenapa enggan berterus terang? Kenapa membiarkanku larut dalam harapan?" "Karena berharap membuatmu senang bukan?" ==== 25/05/19 01.00am