KAIN BERJALAN

KAIN BERJALAN

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 9, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Tak semua yang terlihat oleh mata merupakan suatu kejujuran. Banyak insan bertopeng untuk derajatnya, mengatasnamakan cinta dalam kebohongan. Berjalan ke depan, hingga lupa menoleh ke belakang. Terbang tinggi, dan lupa tertunduk. Setiap yang pergi, mungkin akan kembali, ataupun akan hilang ditelan bumi. Sungguh penyesalan itu selalu hadir, namun ia tak suka menjadi awal dari suatu kisah. Namun, meski datang belakangan, tapi ia selalu membawa pelajaran disisinya. Sungguh amat tulus cinta kasih orang tua, bahkan bumi hingga semesta ini tak mampu menampungnya. Tuluskanlah hatimu untuk mereka, hingga batas usia Tuhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Love a long
  • NESTAPA [On Going]
  • di akhir perang
  • I Got You!GEMPA
  • You Are My Dream
  • Bungsu [second life]
  • Hilang

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines